Perkuat Kampus Berdampak, Unisba Dorong Pengembangan Bank Sampah di Arcamanik

6 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Universitas Islam Bandung (Unisba) melalui Tim Zero Waste menyelenggarakan Sosialisasi Bank Sampah Kecamatan Arcamanik pada Kamis (4/6/2026) di Aula Kantor Kecamatan Arcamanik, Kota Bandung. Kegiatan ini sebagai wujud komitmen dalam mengimplementasikan kampus berdampak untuk menjawab persoalan lingkungan yang semakin mendesak.

Kegiatan ini dihadiri oleh perwakilan Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Jawa Barat, Dinas Lingkungan Hidup Kota Bandung, unsur Kecamatan dan Kelurahan se-Arcamanik, serta puluhan ketua RW dan calon pengelola bank sampah dari beberapa wilayah Kecamatan Arcamanik.

Kegiatan ini merupakan bagian dari program penguatan pengelolaan sampah berbasis masyarakat yang dijalankan Unisba melalui pendekatan partisipatif. Sosialisasi tersebut menjadi langkah awal dalam pembentukan dan pengembangan bank sampah di sejumlah RW yang berdasarkan hasil pemetaan dan analisis kebutuhan masyarakat masih memerlukan pendampingan dalam pengelolaan sampah.

Sosialisasi ini menghadirkan dua narasumber di bidang pengelolaan sampah. Narasumber pertama adalah Dosen Program Studi Teknik Industri Fakultas Teknik Unisba sekaligus Ketua Forum Bank Sampah Jawa Barat, Mohamad Satori. Dia menyampaikan materi “Satu RW Satu Bank Sampah: Alternatif Pengelolaan Sampah pada Tingkat Mikro (RW)”.

Narasumber kedua, Brandon D. Tjiandra selaku Head of Analytics & Visualization Smash.id. Dia memaparkan materi “Mendorong Transformasi Digital: Era Baru Pengelolaan Sampah dari Hulu hingga Hilir”.

Persoalan Sampah tak Bisa Ditunda

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unisba, Neni Sri Imaniyati menegaskan persoalan sampah saat ini sudah berada pada kondisi yang mengkhawatirkan dan membutuhkan respons cepat dari seluruh elemen masyarakat.

Menurutnya, keterbatasan kapasitas tempat pembuangan akhir menjadi peringatan bahwa pengelolaan sampah tidak bisa lagi ditunda. Oleh karena itu, masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah dan bank sampah merupakan bagian dari pejuang lingkungan yang berkontribusi nyata dalam mengatasi krisis tersebut.

Neni menjelaskan bank sampah tidak hanya berfungsi untuk mengurangi dan mengendalikan volume sampah, tetapi juga mampu memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat. Sampah yang dikelola dengan baik dapat menjadi sumber pendapatan sekaligus sarana membangun kepedulian sosial dan lingkungan.

Ia juga menekankan tantangan terbesar dalam pengelolaan sampah bukanlah teknologi, melainkan perubahan budaya masyarakat. Menurutnya, keberhasilan pengelolaan sampah sangat ditentukan oleh kebiasaan dan kesadaran warga dalam memilah, mengurangi, serta mengelola sampah secara berkelanjutan.

“Teknologi tidak akan banyak membantu jika budaya pengelolaan sampah belum terbentuk. Karena itu, yang sedang kita bangun bukan hanya sistem pengelolaan sampah, tetapi juga budaya masyarakat yang peduli terhadap lingkungan,” ujarnya.

Neni menyampaikan program Zero Waste yang dilaksanakan Unisba bertujuan membangun sistem pengelolaan sampah yang terstruktur, partisipatif, dan berkelanjutan. Melalui kolaborasi dengan pemerintah kecamatan, kelurahan, pengurus RW, RT, serta masyarakat, diharapkan program ini dapat terus berjalan meskipun masa pendampingan dari perguruan tinggi telah berakhir.

Read Entire Article
Food |