Pertamax Turbo Naik, Konsumen Berpotensi Pindah ke BBM Bersubsidi, Bahlil: Apa Gak Malu?

6 hours ago 7

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan masyarakat yang tidak berhak tak membeli BBM bersubsidi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi naik. Kenaikan ini disebut berpotensi mendorong konsumen beralih menggunakan BBM bersubsidi. Namun Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengingatkan agar masyarakat yang tidak berhak tidak mengambil jatah BBM subsidi. 

“Ya saya cuma mau sampaikan aja lah, BBM subsidi itu kepada saudara-saudara kita yang berhak. Jangan model kayak saya, kayak Dirjen, Wamen, karena harga BBM RON 98 naik, tiba-tiba mereka masuk ke subsidi. Itu kita mengambil hak saudara-saudara kita yang berhak menerimanya, apa enggak malu kita," ujar Bahlil usai konferensi pers terkait  Penemuan Gas Raksasa di Kalimantan Timur di kantor Kementerian ESDM, Jakarta, Senin (20/4/2026).

Bahlil menegaskan pemerintah telah memperkuat sistem pengawasan distribusi BBM subsidi agar lebih tepat sasaran. Salah satu skema yang diterapkan adalah pembatasan volume pembelian harian untuk kendaraan tertentu.

"Terkait sistem pengawasan, saya waktu di Korea Selatan menyampaikan BBM itu akan diberikan per hari 50 liter, itu kan tankinya sudah penuh, sudah bisa 300–400 km lebih lah. Sebagai mantan sopir angkot, itu pengalaman saya. Terkecuali ada maksud lain," ucap dia. 

Meski demikian, Bahlil memastikan pembatasan tersebut tidak akan mengganggu sektor logistik dan distribusi kebutuhan pokok. Ia menyebut kendaraan angkutan barang dan logistik tetap mendapatkan prioritas agar rantai pasok tidak terganggu.

"Tapi pembatasan BBM itu tidak berlaku untuk bus dan truk yang mengangkut beras, sayur, dan logistik," sambung Bahlil. 

Read Entire Article
Food |