Pesan Utsman Usai Jadi Khalifah: Allah Perintahkan Imam untuk Jadi Pemimpin Bukan Penarik Pajak

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, Khalifah Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu menekankan pentingnya amanah, keadilan, dan sikap tidak berlebihan terhadap dunia ketika dirinya dibaiat sebagai khalifah.

Pesan tersebut disampaikan dalam khutbah pertamanya sebagai khalifah dan kembali ditegaskan melalui surat pertamanya kepada para gubernur.

Dalam buku 150 Qishah min Hayati Utsman bin Affan yang ditulis Ahmad Abdul Al Al-Thahthawi, dikisahkan ketika dibaiat sebagai khalifah, Utsman bin Affan Radhiyallahu anhu berdiri di hadapan orang banyak untuk berkhutbah.

Amma ba‘du. Sungguh, aku telah diberikan beban dan aku pun menerimanya. Ingatlah, sesungguhnya aku hanya akan mengikuti, tidak akan membuat hal baru," kata Utsman bin Affan saat menyampaikan khutbah pertamanya sebagai khalifah.

"Ingatlah, sesungguhnya bagi kalian ada tiga hal yang harus aku lakukan setelah memenuhi tuntutan Kitab Allah dan Sunnah Nabi-Nya, yaitu mengikuti orang-orang sebelumku dalam perkataan yang kalian sepakati dan telah dibiasakan oleh kalian, melaksanakan sunnah orang-orang baik yang biasa mereka lakukan Bersama, melindungi kalian, kecuali jika kalian melakukan hal yang mengundang hukuman."

"Sungguh, dunia itu indah dan menggoda manusia. Telah banyak orang yang cenderung kepadanya. Maka, janganlah kalian cenderung kepada dunia. Jangan pula kalian percaya kepadanya. Sebab, dunia itu tidak dapat dipercaya. Ingatlah, dunia tidak akan meninggalkan, kecuali orang yang mau meninggalkannya."

Mengenai surat pertama yang Utsman bin Affan kirimkan kepada para gubernurnya, seperti ini.

“Amma ba‘du. Sesungguhnya Allah memerintahkan para imam untuk menjadi pemimpin, bukan menjadi penarik pajak. Sungguh, orang-orang terdahulu dari umat ini pun diciptakan sebagai pemimpin. Mereka tidak diciptakan sebagai penarik pajak. Sesungguhnya para imam kalian hampir menjadi penarik pajak, bukan menjadi pemimpin. Jika hal itu terjadi, terputuslah rasa malu, sifat amanah, dan kesetiaan."

"Ingatlah, perilaku paling adil adalah ketika kalian memperhatikan urusan dan kewajiban kaum Muslim, lalu memberikan hak mereka, dan menuntut mereka untuk melaksanakan kewajiban mereka. Kemudian hendaknya kalian adil terhadap ahli dzimmah dengan memberikan hak mereka dan menuntut mereka untuk melaksanakan kewajiban mereka. Dan, terhadap musuh yang hendak kalian serang, taklukkanlah mereka dengan penuh kesetiaan.”

Read Entire Article
Food |