Prabowo: Ekspor Satu Pintu Lewat BUMN untuk Cegah Laporan Palsu

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa kebijakan ekspor satu pintu untuk komoditas strategis diterapkan guna membenahi tata kelola dan mencegah praktik laporan palsu dalam kegiatan ekspor. Kebijakan ini akan menyatukan seluruh proses ekspor yang dinilai tidak jelas melalui badan usaha milik negara (BUMN).

Pernyataan tersebut disampaikan Prabowo dalam pidatonya pada peringatan HUT ke-28 Partai Amanat Nasional (PAN) yang dipantau secara daring di Jakarta, Jumat malam. Ia menyoroti praktik ekspor yang selama ini sarat dengan kebohongan.

"Kita juga sekarang semua ekspor yang selama ini enggak jelas, penuh dengan kebohongan, penuh dengan laporan palsu, kita satukan sekarang harus melalui BUMN, harus melalui satu pintu," kata Prabowo.

Prabowo menjelaskan, pembenahan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah memperbaiki tata kelola kekayaan negara. Tujuannya agar hasil dari kegiatan ekonomi dapat memberikan manfaat yang lebih besar bagi masyarakat Indonesia.

Menurutnya, pemerintah menginginkan pengelolaan kekayaan alam Indonesia dilakukan secara transparan dan mampu memberikan hasil yang optimal bagi negara. Langkah ini diharapkan dapat meminimalisir kebocoran dan penyimpangan dalam sektor ekspor.

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis

Selain menerapkan kebijakan ekspor satu pintu, Prabowo mengumumkan bahwa pemerintah akan membangun Bursa Mineral dan Komoditas Strategis. Bursa ini ditargetkan mulai beroperasi pada 1 Januari 2027.

"Ini kita juga akan bikin bursa mineral pertama kali milik negara mulai 1 Januari 2027," ujarnya.

Rencana pembentukan bursa ini sebelumnya telah diumumkan Prabowo saat menyampaikan Keterangan Pemerintah atas RUU APBN 2027 beserta Nota Keuangan di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Jumat (14/8). Saat itu, ia menyebut pembentukan bursa sebagai tahap lanjutan dari kebijakan ekspor satu pintu yang dijalankan pemerintah.

Bursa Mineral dan Komoditas Strategis direncanakan berada di bawah pengawasan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Pemerintah juga menargetkan pembentukan harga acuan Indonesia atau Indonesia Reference Price bagi berbagai komoditas utama ekspor melalui bursa tersebut.

Prabowo menekankan bahwa Indonesia merupakan salah satu produsen berbagai komoditas penting dunia, antara lain kelapa sawit, nikel, timah, batu bara, emas, kopi, dan karet. Keberadaan bursa di dalam negeri dinilai krusial agar Indonesia tidak hanya berperan sebagai produsen, tetapi juga memiliki posisi yang lebih kuat dalam pembentukan harga komoditas yang dihasilkannya.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |