Promo Haji Furoda Masih Marak, Kemenhaj: Saudi Sudah tak Menerbitkan, Jamaah Jangan Tertipu

11 hours ago 10

Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak saat Pembekalan Petugas Haji Indonesia di Lapangan Galaxy Markas Komando Daerah Operasi Udara 1, Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (30/1/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Promosi keberangkatan haji tanpa antre melalui skema visa mujamalah dan furoda kembali marak menjelang musim haji 2026. Sejumlah iklan yang beredar di media sosial menawarkan paket “Haji 2026 tanpa antre” dengan harga mencapai 29.900 dolar AS (Rp512 juta), lengkap dengan klaim menggunakan visa resmi furoda atau mujamalah.

Dalam iklan promosi yang dipublikasikan Hajifuroda.id, penyelenggara menawarkan berbagai fasilitas, mulai tiket pesawat, hotel, konsumsi, hingga layanan ibadah di Tanah Suci. Beberapa paket bahkan mencantumkan jadwal keberangkatan awal Dzulhijjah 1447 H serta menjanjikan “garansi uang kembali 100 Persen” jika visa gagal terbit.

Meski demikian, pemerintah mengingatkan masyarakat agar tidak mudah tergiur dengan iming-iming tersebut. Wakil Menteri Haji dan Umrah RI, Dahnil Anzar Simanjuntak, menegaskan bahwa kepastian visa di luar kuota resmi sangat lemah.

“Sekali lagi, yang pasti visa itu hanya satu, yaitu visa haji yang berdasarkan kuota haji,” ujar Dahnil saat ditanya Republika usai diskusi bersama Menteri Imigrasi dan Pemasyarakatan, Agus Andrianto di Kantor Kemenhaj, Jakarta, Rabu (15/4/2026). 

Ia menjelaskan, berbagai tawaran visa Mujamalah yang beredar di internet tidak memiliki jaminan keberangkatan. Menurut dia, otoritas penerbitan visa sepenuhnya berada di tangan Pemerintah Arab Saudi, sehingga tidak bisa dipastikan oleh pihak travel.

“Karena nanti ada orang jual di internet seolah-olah mereka dapat visa mujamalah, itu tingkat kepastiannya sangat rendah,”kata dia.

Read Entire Article
Food |