
Oleh : Pengasuh Pondok Pesantren Khusnul Khotimah Kuningan
REPUBLIKA.CO.ID, Alhamdulillah kini kita telah berada di bulan Rajab. Setiap bulan Rajab kaum Muslimin memperingati Isra dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW. Dalam isra mi’raj tersebut ada prosesi penerimaan perintah shalat sebagai syariat yang wajib dilaksanakan bagi umat Islam.
Syaikh Shafiyyur Rahman al-Mubarakfury dalam kitabnya ar-Rahiqul Makhtum menjelaskan prosesi disyariatkannya perintah shalat lima waktu yang pada awalnya lima puluh waktu sehari semalam.
Pada malam itu, dari Baitul Maqdis Nabi naik ke langit dunia bersama Jibril. Jibril meminta izin agar dibukakan. Maka, pintu langit dibukakan baginya. Di sana Nabi melihat Adam AS. Nabi mengucapkan salam, dan Adam menyambut kedatangan Nabi, menjawab salam dan menetapkan nubuwah Nabi. Allah memperlihatkan roh orang-orang yang mati syahid di sebelah kanan, dan roh orang-orang yang sengsara di sebelah kiri.
Lalu, naik lagi ke langit ke 2. Jibril meminta izin bagi Nabi. Setelah dibukakan, Nabi melihat Yahya bin Zakaria AS dan Isa bin Maryam AS. Nabi mengucapkan salam, dan mereka berdua menjawabnya, menyambut kedatangan Nabi dan menetapkan nubuwah Nabi.
Naik lagi ke langit ke 3, Nabi melihat Yusuf AS. Nabi mengucapkan salam, dan Yusuf menjawabnya, menyambut kedatangan Nabi dan menetapkan nubuwah Nabi. Naik lagi ke langit ke 4, Nabi melihat Idris AS. Nabi mengucapkan salam, dan Idris menjawabnya, menyambut kedatangan Nabi dan menetapkan nubuwah Nabi.
Naik lagi ke langit ke 5, Nabi melihat Harun bin Imran AS. Nabi mengucapkan salam, dan Harun bin Imran menjawabnya, menyambut kedatangan Nabi dan menetapkan nubuwah Nabi.
Naik lagi ke langit ke 6, Nabi bertemu Musa AS. Nabi mengucapkan salam, dan Musa menjawabnya, menyambut kedatangan Nabi dan menetapkan nubuwah Nabi. Ketika Nabi akan berlalu darinya, Musa menangis. “Mengapa engkau menangis?” Musa menjawab, “Aku menangis karena ada seorang pemuda yang diutus sesudahku, masuk surga bersama umatnya dan lebih banyak daripada umatku yang masuk surga.”
Naik lagi ke langit ke 7, Nabi bertemu Ibrahim AS. Nabi mengucapkan salam, dan Ibrahim menjawabnya, menyambut kedatangan Nabi dan menetapkan nubuwah Nabi.
Kemudian, Nabi naik lagi ke Sidratul Muntaha, lalu di bawa naik lagi ke al-Baitul Ma’mur. Lalu, di bawa naik lagi untuk menghadap Allah, hingga jaraknya tinggal sepanjang dua ujung busur atau lebih dekat lagi. Lalu, Allah mewahyukan apa yang diwahyukan kepada hamba-Nya. Allah mewajibkan kepada Nabi sahlat 50 kali.
Nabi SAW kembali hingga bertemu Musa. “Apa yang diperintahkan kepadamu?” tanya Musa. “Shalat 50 kali.” jawab Nabi. “Sesungguhnya umatmu tidak akan sanggup melakukannya. Kembalilah menemui Rabb-mu dan minta keringanan kepada-Nya bagi umatmu.” kata Musa.
Nabi SAW memandang ke arah Jibril, meminta pendapatnya. Maka, Jibril mengisyaratkan, dengan berkata, “Itu benar, jika memang engkau menghendaki.”
Bersama Jibril, Nabi naik lagi hingga menghadap Allah. Jumlah shalat dikurangi 10. Lalu, Nabi turun hingga bertemu Musa dan menyampaikan kabar kepadanya.
“Kembalilah lagi menemui Rabb-mu dan minta keringanan kepada-Nya.” kata Musa. Begitulah Nabi mondar-mandir menemui Musa dan Allah, hingga shalat itu ditetapkan 5 kali.
Sebenarnya Musa menyuruh Nabi untuk kembali lagi menemui Allah dan meminta keringanan. Namun, Nabi bersabda, “Aku sudah malu kepada Rabb-ku. Aku sudah ridha dan bisa menerimanya.”
Setelah beberapa saat, ada seruan yang terdengar, “Kewajiban dari-Ku telah Ku-tetapkan dan telah Ku-ringankan bagi hamba-Ku.”

1 day ago
4










































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)





