REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Pupuk Kalimantan Timur (Pupuk Kaltim) membawa pengalaman restorasi terumbu karang di Kota Bontang ke ajang 16th International Coral Reef Symposium (ICRS) 2026 di Auckland, Selandia Baru. Perusahaan menjadi satu-satunya perwakilan industri nasional Indonesia yang berpartisipasi dalam forum ilmiah internasional tersebut.
Sekretaris Perusahaan Pupuk Kaltim Anggono Wijaya mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam ICRS 2026 mencerminkan komitmen menjalankan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) melalui upaya konservasi ekosistem laut yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat pesisir.
"Ini menunjukkan inisiatif keberlanjutan yang lahir dari operasional perusahaan mampu memberi kontribusi nyata dan memperoleh pengakuan dari komunitas global," ujar Anggono dalam keterangannya, Ahad (2/8/2026).
Anggono menjelaskan, Pupuk Kaltim memaparkan pengalaman menjalankan program restorasi terumbu karang secara konsisten selama 15 tahun di kawasan Tebok Batang, Kota Bontang. Program tersebut juga menjadi kontribusi perusahaan terhadap tujuan pembangunan berkelanjutan (Sustainable Development Goals/SDGs) poin 14 tentang Life Below Water.
"Kami percaya, masa depan ekosistem laut tidak dapat dijaga oleh satu pihak saja. Untuk itu, Pupuk Kaltim akan terus hadir bergandeng tangan memastikan sumber daya laut kita tetap lestari dan terjaga," kata Anggono.
Perwakilan delegasi Pupuk Kaltim Astri Agustina mengatakan, perusahaan membawa dua karya ilmiah pada forum yang dihadiri lebih dari 2.100 delegasi dari 90 negara tersebut. Keduanya berupa presentasi oral berjudul Quindecennial Consecutively Collaborative Coral Restoration dan poster ilmiah bertajuk Integration Coral Restoration through Long-Term Stakeholder Engagement and its Independence Governance.
"Dua karya tersebut mengangkat pendekatan komprehensif Pupuk Kaltim dalam mengintegrasikan aspek ekologis, sosial, tata kelola, hingga keberlanjutan ekonomi masyarakat dalam restorasi terumbu karang," ujar Astri.
Menurut Astri, program rehabilitasi terumbu karang yang dijalankan sejak 2011 berawal dari kondisi kerusakan lebih dari 50 persen di kawasan perairan Bontang akibat praktik penangkapan ikan yang tidak ramah lingkungan. Untuk memulihkan ekosistem tersebut, Pupuk Kaltim membangun modul terumbu buatan dan melakukan transplantasi karang dengan melibatkan masyarakat pesisir serta pemantauan ekologi dan sosial secara berkelanjutan.
"Dalam implementasinya, rehabilitasi dilakukan dengan desain tiga tipe modul terumbu buatan, yaitu Pyramid, Cube, dan Dome. Model ini sangat mendukung penempelan karang serta peningkatan keanekaragaman hayati selama 15 tahun program di Tebok Batang," kata Astri.
Ia menjelaskan, hingga 2025 kawasan konservasi yang dikelola Pupuk Kaltim telah mencapai 2,23 hektare dari total izin Persetujuan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang Laut (PKKPRL) seluas 10 hektare. Program tersebut juga mencatat peningkatan keanekaragaman hayati dengan 57 familia ikan karang dan 69 genus karang.
Menurut Astri, kawasan Tebok Batang kini berkembang menjadi model konservasi berbasis kolaborasi yang tidak hanya berfokus pada pemulihan ekosistem laut, tetapi juga peningkatan kesejahteraan masyarakat pesisir melalui pemberdayaan kelompok nelayan.
"Pengalaman Pupuk Kaltim menunjukkan keberhasilan restorasi tidak hanya ditentukan teknologi yang digunakan, tetapi juga kesinambungan pemantauan serta adaptasi pengelolaan berdasarkan hasil evaluasi lapangan," ujarnya.
Ke depan, Pupuk Kaltim akan memperkuat program konservasi melalui pengembangan coral nursery, konservasi padang lamun, serta kerja sama internasional untuk mendukung keberlanjutan ekosistem pesisir.
"Melalui ICRS 2026, kami ingin menunjukkan sektor industri dapat mengambil peran strategis mendukung konservasi laut secara berkelanjutan. Apa yang kami lakukan di Tebok Batang dapat menjadi referensi maupun direplikasi oleh berbagai pihak dalam upaya yang sama," kata Astri.

7 hours ago
6



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)





