REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa mengakui, penerimaan negara dari pajak tahun 2025 terealisasi di bawah target anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN). Menurutnya, rendahnya capaian pajak lantaran kurang menggeliatnya ekonomi di awal tahun.
Menurut catatan Kemenkeu, realisasi penerimaan pajak hingga November 2025 mencapai Rp 1.634,43 triliun. Capaian tersebut merupakan 78,7 persen dari target outlook APBN sebesar Rp 2.076,9 triliun.
Jika dibandingkan periode yang sama pada tahun lalu, realisasi penerimaan pajak secara neto mengalami penurunan. Pada November 2024, realisasi penerimaan pajak tercatat Rp 1.688,93 triliun atau 84,92 persen dari target APBN 2024.
“Pajak, seperti yang Anda lihat sebelum-sebelumnya, berada di bawah target yang di APBN. Jadi kita enggak memungkiri karena ekonomi jelek beberapa bulan sebelumnya, sembilan bulan pertama tahun ini,” ujar Purbaya kepada wartawan, dikutip Kamis (1/1/2026).
Selain faktor ekonomi yang dinilai kurang bergairah pada awal tahun, Purbaya menyebut, ditundanya langkah penarikan beberapa jenis pajak juga menjadi faktor. Diketahui, ada beberapa penundaan penerapan pajak pada 2025 yang dilakukan Purbaya dengan pertimbangan kondisi ekonomi, contohnya PPh Pasal 22 atas penjualan pedagang melalui marketplace.
“Terus, ada beberapa upaya penarikan pajak yang saya tunda sampai ekonominya bagus. Kan percuma juga kalau saya kerjakan juga akan enggak masuk uangnya, malah memperburuk ekonomi,” terangnya.
Oleh sebab itu, Purbaya menyebut, upaya yang dilakukan oleh pemerintah adalah dengan melakukan counter cyclical. Counter cyclical ialah kebijakan ekonomi yang bertujuan untuk menstabilkan siklus bisnis dengan mengambil tindakan sebaliknya dari tren yang terjadi. Hal itu dilakukan untuk menjaga ekonomi tetap stabil (rig).
“Jadi kita lakukan kebanyakan counter cyclical yang secara enggak langsung dimana saya tidak membebani ekonomi secara berlebihan, sehingga proses recovery yang baru terjadi bisa berjalan terus. Ini saya yakin akhir triwulan pertama tahun 2026 sudah akan lebih terlihat dengan lebih jelas bahwa ekonomi kita memang bergerak ke arah yang semakin cepat,” jelas Purbaya.

1 week ago
13










































