Rahasia di Balik Perintah Allah untuk Bertebaran di Muka Bumi Setelah Sholat Jumat

19 hours ago 2

Ilustrasi melaksanakan Sholat Jumat.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Setiap perintah yang Allah turunkan dalam Alquran tidak pernah bersifat sia-sia, melainkan selalu menyimpan rahasia dan hikmah yang mendalam bagi kehidupan setiap insan.

Perintah tersebut bukan sekadar ritual formalitas, melainkan sebuah desain hidup yang menyeimbangkan antara kebutuhan ruhani dan jasmani. Ketika Allah menetapkan suatu syariat, di dalamnya terkandung kasih sayang yang bertujuan untuk memuliakan manusia, memastikan kesejahteraan mereka, serta memberikan arah agar setiap langkah yang diambil di dunia ini berbuah pahala dan keberkahan yang nyata.

Perintah untuk bergerak ini tertuang secara spesifik dalam Surah Al-Jumu'ah ayat 10 yang berbunyi:

فَإِذَا قُضِيَتِ ٱلصَّلَوٰةُ فَٱنتَشِرُوا۟ فِى ٱلْأَرْضِ وَٱبْتَغُوا۟ مِن فَضْلِ ٱللَّهِ وَٱذْكُرُوا۟ ٱللَّهَ كَثِيرًا لَّعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ

Fa idza qudhiyatish-sholatu fantasyiru fil-ardhi wabtaghu min fadhllillahi wadzkurullaha katsiran la'allakum tuflihun.

"Apabila sholat telah dilaksanakan, maka bertebaranlah kamu di muka bumi; carilah karunia Allah dan ingatlah Allah banyak-banyak agar kamu beruntung."

Dalam membedah frasa fantasyiru fil-ardhi (bertebaranlah kamu di muka bumi), Tafsir Al-Kabir karya Fakhruddin Ar-Razi menjelaskan bahwa perintah ini menunjukkan kebolehan (ibahah) untuk kembali beraktivitas mencari nafkah setelah sebelumnya dilarang saat azan berkumandang.

Sementara itu, Tafsir At-Thabari menekankan bahwa makna "bertebaran" bukan sekadar berjalan tanpa tujuan, melainkan bergerak aktif mencari rezeki dan memenuhi kebutuhan hidup sebagai bentuk ketaatan setelah menunaikan kewajiban ibadah kepada-Nya.

Hikmah besar di balik perintah ini adalah penegasan bahwa Islam adalah agama yang sangat menghargai etos kerja dan produktivitas. Allah tidak menginginkan hamba-Nya hanya berdiam diri di dalam masjid setelah sholat usai, melainkan mendorong mereka untuk menjadi penggerak ekonomi dan peradaban. Dengan bertebaran di muka bumi, manusia diajarkan untuk menjemput takdir kesuksesannya melalui usaha yang sungguh-sungguh.

Ini merupakan pesan kuat bahwa spiritualitas yang tinggi harus dibarengi dengan aksi nyata di lapangan, sehingga seorang Muslim bisa menjadi tangan di atas yang mampu memberi manfaat luas bagi sesama.

Selain itu, perintah ini mengandung rahasia tentang pentingnya manajemen waktu dan keseimbangan hidup. Allah mengatur ritme kehidupan kita dengan sangat indah: ada waktu khusus untuk berhenti total dari urusan dunia demi menghadap-Nya, dan ada waktu untuk bekerja keras menjemput karunia-Nya.

Read Entire Article
Food |