REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN - Prof Hari Purnomo resmi dilantik sebagai Rektor Universitas Islam Indonesia (UII) periode 2026–2030. Pelantikan dilakukan langsung oleh Ketua Umum Yayasan Badan Wakaf UII, Prof Suparman Marzuki, di Auditorium Prof KH Abdul Kahar Mudzakkir, Selasa (2/6/2026).
Dalam sambutannya, Marzuki menitipkan pesan agar jajaran pimpinan baru tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas pendidikan dan riset, tetapi juga membangun tata kelola jejaring alumni yang lebih kuat. Ia menilai, sebanyak 130 ribu alumni yang tersebar di berbagai sektor menjadi aset strategis yang dapat mendukung pengembangan kampus di tingkat nasional maupun global.
Menurutnya, jejaring alumni yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Alumni Universitas Islam Indonesia (IKA UII) menjadi modal penting bagi kampus untuk berkontribusi lebih besar bagi kemajuan universitas.
"Angka ini bukan sekedar statistik, tetapi raksasa tidur yang memiliki potensi kekuatan ekonomi, intelektual dan jejaring politik yang bisa digunakan sebagai motor penggerak membangun UII di tingkat nasional maupun global," kata Marzuki dalam sambutannya seusai melantik, Selasa (2/6/2026).
Selain penguatan jejaring alumni, yayasan juga menekankan pentingnya menjaga kualitas pendidikan dan riset di tengah perubahan dunia pendidikan yang berlangsung cepat. Marzuki menyampaikan, jajaran pimpinan baru juga perlu membenahi aspek internal akademik, mengidentifikasi hambatan yang ada, meningkatkan mutu riset, serta memastikan UII tetap menjadi salah satu lokomotif pendidikan tinggi Islam di Indonesia.
"Jabatan rektor dan wakil rektor bukan sekadar amanah dan jabatan. Tetapi tanggung jawab membawa UII sebagai pusat keunggulan. Rektor dan Wakil Rektor harus fokus pada penyelenggaraan pendidikan yang berkualitas," ujarnya.
Selain melantik Hari Purnomo sebagai rektor, Yayasan Badan Wakaf UII juga melantik jajaran wakil rektor yakni Prof Riyanto, Prof Rifqi Muhammad, Dr Nurjihad, dan Prof Eko Siswoyo.
Prof Hari diketahui menggantikan Prof Fathul Wahid yang telah menyelesaikan masa jabatan selama dua periode. Ia menegaskan UII akan tetap menjalankan fungsi perguruan tinggi sesuai koridor akademik dengan menjunjung tinggi kebebasan akademik dan independensi kampus. Menurutnya, kebebasan akademik merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan kampus. Namun pelaksanaannya tetap harus berjalan sesuai norma dan aturan yang berlaku dalam dunia pendidikan tinggi.
"Kami akan menjalankan sesuai dengan tugas sebuah perguruan tinggi," kata Prof Hari usai pelantikan.
Terkait arah kepemimpinannya, Prof Hari menyebut akan difokuskan pada penguatan kualitas akademik sekaligus membangun ekosistem kampus yang mampu menjawab tantangan zaman. Ia menekankan bahwa UII tidak boleh hanya menjadi tempat berlangsungnya proses belajar mengajar. Menurutnya, kampus harus menjadi ruang yang mendorong lahirnya integritas, ide-ide besar, dan harapan bagi seluruh sivitas akademika.
"UII akan menjadi bukan sekedar tempat belajar mengajar. Tetapi akan menjadikannya sebuah rumah besar tumbuhnya integritas, gagasan dan harapan bagi mahasiswa maupun civitas akademik," ujarnya.
Ia juga menilai perguruan tinggi saat ini menghadapi perubahan yang berlangsung sangat cepat, baik dalam bidang ilmu pengetahuan, teknologi, sosial, maupun budaya. Karena itu, universitas dituntut tidak hanya mampu beradaptasi, tetapi juga memiliki visi yang kuat dalam menyiapkan masa depan.
"Hal tersebut menuntut universitas tidak hanya adaptif serta visioner. Namun harus mampu membangun ekosistem akademik yang unggul, berkarater dan responsif pada kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Hari memastikan akan memberikan perhatian pada penguatan mutu akademik, peningkatan manfaat hasil riset bagi masyarakat, penguatan tata kelola yang baik, serta menjaga peran UII sebagai institusi yang memberikan solusi atas berbagai persoalan bangsa.
"Memastikan UII terus hadir sebagai pilar peradaban memberi jawaban atas tantangan jaman," katanya.
Sementara itu, rektor sebelumnya, Fathul Wahid, berharap kepemimpinan baru tetap mempertahankan komitmen dasar yang selama ini menjadi fondasi UII, yakni menjaga nilai keilmuan, keislaman, dan kebangsaan.
"Transisi kepemimpinan sudah, apa yang perlu diteruskan, apa yang perlu diberikan perhatian lebih dan lain-lain sudah kita sampaikan," ujarnya.
Sebagai informasi, Prof Hari Purnomo sebelumnya menjabat sebagai Dekan Fakultas Teknologi Industri UII. Ia terpilih sebagai rektor pada 6 Maret 2026 setelah memperoleh 21 suara dalam proses pemilihan yang digelar senat universitas. Penetapan tersebut dilakukan berdasarkan Keputusan Pengurus Yayasan Badan Wakaf UII Nomor 003/KPTS/III/2026.
Dalam proses seleksi, Prof Hari unggul atas dua kandidat lainnya, yakni Ilya Fadjar Maharika yang memperoleh 18 suara dan Masduki dengan enam suara. Pemilihan dilakukan melalui rapat senat universitas yang juga diisi dengan pemaparan rencana strategis dari masing-masing calon rektor.

11 hours ago
10












































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)

