Revitalisasi Tambak Pantura Ditentang, Lucky Hakim Dapat Oleh-Oleh Biawak dari Petambak Indramayu

16 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU – Massa petambak yang tergabung dalam Koalisi Masyarakat Pesisir Indramayu (Kompi) kembali menggelar aksi unjuk rasa ke Pendopo Indramayu, Kamis (30/4/2026). Dalam aksinya itu, mereka bersikeras menolak Proyek Strategis Nasional (PSN) Revitalisasi Tambak Pantura.

“Kita menolak dan meminta pembatalan proyek revitalisasi tambak nila salin dan SK Menhut Nomor 736 Tahun 2025 karena itu merupakan perampasan ruang hidup dan ancaman bencana ekologis,” tegas Ketua Kompi, Darsam. 

Darsam mengatakan, proyek revitalisasi itu akan menciptakan pengangguran massal dan kemiskinan baru bagi petambak, buruh tani, dan nelayan kecil. Padahal, selama puluhan tahun mereka menggantungkan hidup dari lahan tambak tersebut.

Tercatat ada 2.264 hektare lahan tambak di Kabupaten Indramayu yang masuk dalam proyek tersebut. Lahan tersebut selama puluhan tahun digarap ribuan petambak.

Selain itu, proyek tersebut juga dikhawatirkan akan memperburuk kondisi pesisir Pantura Indramayu yang saat ini sudah rentan terkena banjir rob dan intrusi air asin. Tak hanya area pesisir pantai, kondisi tersebut juga akan mengancam lahan pertanian warga.

Untuk itu, massa mendesak Bupati Indramayu, Lucky Hakim, untuk mencabut MoU dengan Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP). Pasalnya, Mou itu merupakan bentuk dukungan Pemkab Indramayu terhadap kegiatan revitalisasi tambak tersebut.

Dalam aksi tersebut, massa petambak beramai-ramai menandatangani petisi yang berisi tuntutan mereka. Mereka meminta untuk menyampaikan petisi itu kepada bupati.

Namun, hingga aksi berakhir, Bupati Indramayu, Lucky Hakim, tak kunjung menemui pendemo. Hal itu menimbulkan kekecewaan pada mereka karena pada aksi sebelumnya juga tak ditemui oleh bupati.

“Bapak Ibu mau ketemu Bupati secara langsung? Bisa lihat di YouTube,” teriak seorang orator kepada massa.

Sebagai bentuk kekecewaan, massa memberikan hadiah berupa lima ekor biawak. Hewan itu kemudian dibawa ke area pendopo.

“Ini kita bawakan oleh-oleh dari tambak,” ucap orator.

Massa kemudian membubarkan diri dengan tertib. Namun, mereka bersikeras akan terus menolak PSN revitalisasi tambak tersebut.

Read Entire Article
Food |