Rute Utama Dipenuhi Ranjau, IRGC Umumkan Rute Alternatif Baru di Selat Hormuz

7 hours ago 6

Kapal tanker Shenlong berbendera Liberia, yang membawa minyak mentah dari Arab Saudi ke India melalui Selat Hormuz, tiba di Pelabuhan Mumbai di Mumbai, India, 12 Maret 2026. Iran telah mengizinkan kapal tanker minyak India untuk melewati Selat Hormuz setelah pembicaraan diplomatik antara Menteri Luar Negeri S. Jaishankar dan mitranya dari Iran, Abbas Araghchi.

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) pada Kamis (9/4/2026) mengeluarkan perngumuman rute altenatif baru bagi lalu lintas maritim di Selat Hormuz. Dikutip Iran Wire, pengumuman itu sehari setelah kesepakatan gencatan senjata selama dua pekan dicapai antara Iran dan Amerika Serikat (AS).

Menurut IRGC, mengingat situasi dalam "kondisi perang" di kawasan dan kemungkinan keberadaan dari "ranjau anti-kapal di rute transit utama", kapal-kapal harus mengikuti rute yang ditetapkan oleh IRGC hingga pemberitahuan lebih lanjut. Dalam rute baru, kapal-kapal yang masuk melalui Laut Oman diharuskan untuk menuju utara dan melewati Pulau Larak sebelum memasuki Teluk Persia.

Sebaliknya, kapal-kapal yang keluar dari Teluk Persia harus melalui selatan Pulau Larak menuju Laut Oman. IRGC menegaskan bahwa kapal-kapal harus tetap berkomunikasi dengan mereka sebagai koordinasi demi menghindari "potensi bertabrakan dengan kapal-kapal ranjau."

Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi, pada Rabu (8/4/2027), menyatakan bahwa Iran akan membuka jalur pelayaran di Selat Hormuz selama dua pekan. Akses tersebut hanya dapat dilakukan melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran dan tetap tunduk pada pembatasan teknis.

"Selama dua pekan, lintasan aman di Selat Hormuz akan dimungkinkan dengan koordinasi bersama Angkatan Bersenjata Iran dan memperhatikan keterbatasan teknis," tulis Araghchi di platform X.

Sehari sebelumnya, Presiden Amerika Serikat Donald Trump mengumumkan kesepakatan gencatan senjata bilateral selama dua pekan dengan Iran. Sebagai bagian dari kesepakatan itu, Teheran juga menyetujui pembukaan Selat Hormuz.

Dewan Keamanan Nasional Tertinggi (SNSC) Iran kemudian menegaskan bahwa perundingan dengan AS akan dimulai pada Jumat mendatang di Islamabad, Pakistan. Menurut Dewan Keamanan Nasional Iran, kesepakatan dengan AS mencakup sejumlah poin penting, antara lain Iran tetap memegang kendali atas Selat Hormuz, pencabutan seluruh sanksi terhadap Teheran, kelanjutan program pengayaan uranium, serta penarikan seluruh pasukan AS dari Timur Tengah.

sumber : Antara, Sputnik/RIA Novosti

Read Entire Article
Food |