REPUBLIKA.CO.ID, PANDEGLANG, – Kantor SAR Banten menyiapkan dua unit drone termal untuk membantu operasi pencarian rombongan jurnalis yang hilang kontak di perairan Selat Sunda. Rombongan tersebut berangkat menggunakan kapal cepat dari Dermaga Pegedongan, Carita, Kabupaten Pandeglang, menuju Gunung Anak Krakatau sebelum akhirnya kehilangan kontak.
Koordinator Operasi SAR Rizky Dwianto mengatakan pencarian akan dilanjutkan setelah kondisi memungkinkan dengan mengerahkan sejumlah armada dan personel gabungan. Pencarian dijadwalkan dimulai kembali pada pukul 07.00 WIB.
Rizky menjelaskan bahwa pencarian melalui udara menggunakan helikopter atau pesawat belum memungkinkan. Hal ini disebabkan oleh sebaran abu vulkanik dari Gunung Anak Krakatau yang masih membahayakan penerbangan. Sebagai alternatif, dua drone termal yang berada di KN SAR Tetuka akan digunakan untuk menyisir area sekitar gunung.
"Paling nanti kita di kapal KN SAR Tetuka sudah kita lengkapi drone. Nanti di Gunung Anak Krakatau mungkin kita akan terbangkan dan kita lakukan pencarian dari udara tapi menggunakan drone thermal," kata Rizky dalam keterangan visual yang dipantau di Jakarta, Selasa malam.
Kendala Cuaca dan Jarak Pandang
Operasi pencarian sebelumnya dilakukan menggunakan KN SAR Tetuka hingga sekitar pukul 22.00 WIB sebelum kapal bersandar di Pelabuhan Ciwandan, Cilegon. Keputusan menghentikan sementara pencarian diambil karena kondisi laut dan jarak pandang yang kurang mendukung pada malam hari.
"Sea condition cukup kurang bersahabat, kemudian visibility juga terbatas. Jadi kita docking untuk efektivitas dan keselamatan," ujar Rizky.
Operasi pencarian melibatkan dua speedboat, RIB 02 Banten, KN SAR Tetuka, serta RIB dari Lampung. Tim SAR juga berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mengantisipasi kemungkinan kapal yang ditumpangi jurnalis bersandar di pulau-pulau kecil atau dermaga yang tidak terpantau.
"Kita juga berkoordinasi dengan pihak terkait, kemungkinan kapal tersebut sandar di pulau-pulau kecil atau dermaga-dermaga yang tidak terpantau," tambahnya.
Informasi mengenai kemungkinan keberadaan para jurnalis di Pulau Sebesi masih dalam proses pengecekan dan belum dapat dipastikan. Tim SAR juga berencana melibatkan nelayan setempat sebagai tambahan kekuatan dalam operasi pencarian.
Kekuatan Personel dan Armada
Berdasarkan data posko operasi pencarian Kantor SAR Banten, kekuatan alat utama yang dikerahkan melibatkan lima unit sarana dari berbagai instansi dan seluruhnya dalam status siap digerakkan. Alat utama tersebut terdiri atas kapal KN SAR Tetuka dan RIB 02 Banten dari Basarnas Banten, RIB Lampung dari Basarnas Lampung, KAL Anyer dari Lanal Banten, serta satu unit ambulans dari FBN Banten.
Sementara itu, potensi SAR yang dikerahkan melibatkan unsur gabungan dari 16 instansi dan elemen masyarakat dengan total kekuatan personel yang masif. Unsur tersebut meliputi USS Pandeglang, Kantor SAR Banten, Polsek Carita, Ditpolairud Polda Banten, Lanal Danposal Sumur/Labuan, Babinsa Carita, Balawista, serta partisipasi dari nelayan dan masyarakat setempat.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

9 hours ago
10





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5552488/original/035803500_1775810333-35830.jpg)




:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5692679/original/097423800_1778569231-1_1_.jpg)



