Seberapa Serius Nasdem Melebur dengan Gerindra?

4 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID,  JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Nasdem, Saan Mustopa, menegaskan bahwa isu fusi antara Partai Nasdem dan Partai Gerindra masih sebatas wacana dan belum menjadi pembahasan serius di internal partainya. Ia mengaku terkejut dengan mencuatnya isu tersebut ke publik.

Ia menyebut dalam terminologi politik, penyatuan partai lebih tepat disebut sebagai “fusi”, bukan merger atau akuisisi. “Tapi dalam perkembangannya ketika misalnya ada ide gagasan terkait dengan fusi walaupun perlu dipertimbangkan dan dipikirkan, tapi kan juga ada hal-hal lain yang memang harus menjadi apa pikiran bersama misalnya terkait dengan soal konteks ideologi, konteks identitas, eksistensi partai,” kata Saan saat ditemui awak media di kompleks parlemen Senayan, Senin (13/4/2026). 

“Dan sekali lagi ide gagasan wacana terkait dengan fusi itu hal yang biasa sebagai sebuah wacana sebagai sebuah ide sebagai sebuah gagasan. Tinggal nanti bagaimana ketika dikontekstualisasikannya banyak hal yang perlu dipikirkan,” katanha menambahkan. 

Menurut Saan, faktor ideologi, identitas, serta eksistensi partai menjadi aspek krusial dalam wacana fusi. Setiap partai politik, kata dia, dibangun atas dasar idealisme dan gagasan para pendirinya, sehingga tidak bisa dengan mudah dilebur begitu saja.

Ia juga menyinggung pengalaman sejarah Indonesia pada Fusi Partai Politik 1973, ketika sejumlah partai digabungkan menjadi tiga kekuatan besar. 

Namun, Saan menilai konteks politik saat itu berbeda dengan kondisi demokrasi saat ini yang lebih terbuka dan berkembang.

Lebih lanjut, Saan memastikan bahwa hingga kini Nasdem masih fokus pada penguatan internal partai, termasuk konsolidasi struktur hingga tingkat daerah.

“Karena kita sekarang masih fokus mengonsolidasikan apa internal kita, mengonsolidasikan membangun struktur partai, konsolidasi partai baik tingkat nasional di tingkat wilayah maupun di tingkat daerah.

Jadi kita lagi mengintensif mengintensifkan terkait dengan konsolidasi dan pembentukan struktur partai sampai ke tingkat DPRT. Jadi itu fokus kita hari ini kan gitu loh,” katanya.

Terkait kabar pertemuan Ketua Umum Nasdem Surya Paloh dengan Presiden Prabowo Subianto di Hambalang, Saan mengaku tidak mengetahui secara pasti isi pembicaraan tersebut. Namun, ia menilai pertemuan antara pimpinan partai koalisi dengan presiden merupakan hal yang lazim.

“Kalau soal pertemuan antara ketua umum ya Pak Surya dengan Presiden Pak Prabowo mungkin saja itu ada karena memang Nasdem bagian dari partai koalisi. Partai ini kan bagian dari koalisi pemerintahan,” katanya. 

Ia menambahkan, Nasdem berkomitmen penuh mendukung pemerintahan Presiden Prabowo hingga akhir masa jabatan. Meski tidak memiliki banyak kader di pemerintahan, Nasdem tetap memberikan dukungan maksimal terhadap program-program strategis pemerintah.

“Dan Nasdem dalam setiap langkah politiknya tentu bagaimana berusaha semaksimal mungkin agar apa yang menjadi agenda khususnya program prioritas dan juga program-program strategis dari pemerintah di bawah kepemimpinan apa Presiden Pak Prabowo kita berusaha secara maksimal agar agenda-agenda tersebut berjalan dengan baik dan sukses,” katanya. 

Menanggapi isu perpindahan kader ke Partai Solidaritas Indonesia, Saan menyebut jumlahnya tidak signifikan dan masih bisa dihitung. Ia menilai perpindahan kader merupakan dinamika politik yang wajar.

“Ya kalau dikatakan banyak masih bisa dihitung dengan jari ya. Kalau banyak itu kan sudah enggak bisa kehitung tuh. Ini kan masih bisa dihitung dengan jari kan gitu loh yang pindah. Dan fenomena pindah itu kan hal biasa kan tidak hanya terjadi di partai Nasdem. Jadi itu fenomena biasa hal yang biasa orang dari satu partai pindah ke partai lain,” katanya.

Read Entire Article
Food |