Sekutu Kental Trump-Netanyahu Keok di Pemilu Hungaria

11 hours ago 7

Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu dan timpalannya dari Hungaria Viktor Orban dalam pertemuan di Budapest beberapa waktu lalu.

REPUBLIKA.CO.ID, BUDAPEST – Perdana Menteri Hungaria Viktor Orban mengakui kekalahan dalam pemilihan umum pada Ahad. Ini setelah hasil resmi awal menunjukkan partai oposisi yang dipimpin oleh Peter Magyar memimpin.

Kekalahan ini membuat Presiden AS Donald Trump, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, dan Presiden Rusia Vladimir Putin kehilangan sekutu dan teman terkemuka di Uni Eropa.

Orban mengatakan hasil pemilu ini jelas dan menyakitkan, dan dia mengucapkan selamat kepada partai yang menang, seraya menambahkan bahwa dia akan mengabdi pada bangsanya dari oposisi dan tidak akan pernah menyerah.

Kekalahan ini kemungkinan akan mengakhiri peran oposisi Hungaria di Uni Eropa, serta membuka jalan bagi pinjaman Uni Eropa sebesar 105 miliar dolar AS kepada Ukraina yang dilanda perang, yang telah diblokir oleh perdana menteri tersebut.

Partai oposisi Hongaria, Tisza, yang dipimpin oleh Péter Magyar, memenangkan pemilu, mengakhiri 16 tahun kekuasaan Viktor Orbán, sebuah hasil yang kemungkinan akan mengguncang Gedung Putih dan membentuk kembali hubungan negara tersebut dengan Uni Eropa.

Kurang dari tiga jam setelah pemungutan suara ditutup pada Ahad, Orbán mengakui kekalahan setelah apa yang ia gambarkan sebagai hasil pemilu yang “menyakitkan namun tidak ambigu”.

“Saya mengucapkan selamat kepada partai yang menang,” kata populis sayap kanan itu kepada para pendukungnya di Budapest. “Kami juga akan mengabdi pada bangsa Hungaria dan tanah air kami dari oposisi.”

Pemilu ini diawasi dengan ketat di seluruh dunia sebagai ujian terhadap ketahanan gerakan sayap kanan global. Banyak di antara mereka telah lama memandang Orbán sebagai inspirasi dan berusaha mengikuti pedomannya.

sumber : Reuters

Read Entire Article
Food |