Kandidat untuk pemilihan presiden Iran Masoud Pezeshkian berpidato di pertemuan kampanye di Teheran, Iran, Jumat, 14 Juni 2024.
REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Presiden Iran Masoud Pezeshkian menyerukan persatuan dalam menghadapi tekanan ekonomi dari "musuh-musuh" Teheran. Pernyataan itu disampaikan seiring dengan meluasnya protes di negeri para Mullah akibat melonjaknya biaya hidup. Demonstrasi yang berujung rusuh tersebut menyebabkan setidaknya satu perwira paramiliter tewas di provinsi Lorestan bagian barat.
Pezeshkian mengeluarkan seruan tersebut pada Rabu (31/12/2025), ketika pasukan keamanan di provinsi Fars selatan juga melepaskan tembakan ke arah demonstran yang mencoba menerobos masuk ke gedung pemerintahan setempat, lapor Al Jazeera.
Kerusuhan tersebut terjadi pada hari keempat usai gelombang aksi protes di Iran sejak para pemilik toko di Teheran turun ke jalan pada Ahad lalu. Saat itu, Rial anjlok ke titik terendah sepanjang masa terhadap dolar Amerika Serikat (AS) yang memperburuk kesulitan ekonomi di tengah inflasi tinggi dan meningkatnya biaya hidup.
Berbicara di sebuah forum bisnis di Teheran, Pezeshkian menyatakan, campur tangan asing adalah penyebab kerusuhan tersebut.“Kita berada dalam situasi di mana tekanan eksternal diberikan oleh musuh-musuh negara dan, sayangnya, juga dari dalam negeri,” kata dia.
Presiden Iran kemudian menyerukan persatuan, dengan mengatakan bahwa negara itu sedang terlibat dalam "perang skala penuh".“Saat ini, musuh menaruh sebagian besar harapannya pada upaya menjatuhkan kita melalui tekanan ekonomi. Anda tidak dapat menaklukkan suatu bangsa dengan bom, jet tempur, atau rudal,”kata dia.
“Dan jika mereka menghadapi bangsa ini di lapangan, jika kita tetap bertekad, bersatu, dan berkomitmen untuk bekerja sama demi membuat negara kita bangga, mustahil bagi mereka untuk membuat Iran bertekuk lutut,”tambah dia.

5 hours ago
4







































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5344879/original/037827700_1757495713-Kota_Semarang.jpg)






