Siapkan Kejutan Baru Jika Perang Kembali Meletus, Iran akan Ciptakan 'Neraka' Bagi AS-Israel

5 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN — Eskalasi ketegangan di kawasan Timur Tengah memasuki babak baru. Sejumlah bukti menunjukkan bahwa Iran telah menyiapkan serangkaian "kejutan" baru sebagai antisipasi jika perang agresi yang melibatkan Amerika Serikat (AS) dan Israel kembali meletus.

Informasi yang dihimpun dari kantor berita Tasnim menyebutkan, saat masa gencatan senjata mendekati jam-jam terakhir, peluang dimulainya kembali negosiasi tampak menemui jalan buntu. Hal ini dipicu oleh tuntutan berlebihan dari pihak Washington serta pengumuman blokade maritim terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

Menanggapi situasi tersebut, Teheran menyatakan kesiapan penuhnya menghadapi segala kemungkinan. Iran bahkan disebut telah menyusun strategi khusus untuk menghadapi babak baru konflik yang mungkin terjadi dalam waktu dekat.

Siapkan daftar target

Selama dua pekan terakhir, otoritas militer Iran secara konsisten menilai kemungkinan terjadinya perang berada pada level tinggi. Berdasarkan penilaian tersebut, Iran telah melakukan reposisi militer dan menyiapkan daftar target baru yang akan disasar jika agresi kembali dimulai.

Laporan tersebut menegaskan bahwa Teheran siap memberikan respons yang melumpuhkan bagi pasukan AS dan Israel sejak detik pertama konflik pecah. "Iran siap menciptakan 'neraka' bagi para agresor jika perang benar-benar kembali meletus," tulis laporan tersebut.

Panglima Markas Pusat Khatam al-Anbiya, Mayor Jenderal Ali Abdollahi, dalam pernyataan memperingati hari jadi Korps Garda Revolusi Islam (IRGC), menegaskan kekuatan strategis dan kesiapan pasukan Iran. Ia menyatakan, bangsa Iran menaruh kebanggaan besar kepada IRGC dan kekuatan pertahanan lainnya.

Menurut Jenderal Abdollahi, serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang diluncurkan sebelumnya telah memberikan dampak signifikan bagi musuh. Ia menyebut serangan tersebut berhasil memojokkan "entitas Zionis" dan "teroris Amerika" hingga pada titik kelelahan, yang memaksa mereka menyerukan gencatan senjata.

Read Entire Article
Food |