SPPG Karyawangi di Bandung Barat Pakai AI untuk Operasional MBG, Ini Manfaatnya

10 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Dapur Makan Bergizi Gratis (MBG) atau Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) HIPMI Karyawangi di Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dalam operasionalnya. Dengan teknologi itu, dapur mampu menjawab pertanyaan seputar menu harian, kandungan gizi, jadwal distribusi, hingga prosedur pengaduan tanpa harus menunggu operator.

Dapur MBG yang berada di Jalan Kolonel Masturi, Desa Karyawangi, Kecamatan Parongpong itu juga memanfaatkan AI untuk meningkatkan pelayanan, dokumentasi, edukasi gizi, dan komunikasi dengan masyarakat. Jadi ketika orang nanya, bisa fast response dijawab AI. Karena data kita sudah terinput, terkoneksi dengan website dan WhatsApp," kata Kepala SPPG HIPMI Karyawangi Arlan Hardi saat ditemui, Kamis (2/7/2026).

SPPG yang beroperasi sejak September 2025 ini kini melayani sekitar 3.200 orang penerima manfaat program MBG baik pelajar, balita, ibu hamil dan ibu menyusui. Dapur itu juga menyerap tenaga kerja hingga 52 orang.

Arlan mengatakan, pertanyaan yang berulang dari masyarakat kini ditangani AI sehingga tenaga administrasi dapat lebih fokus pada pengawasan mutu makanan, distribusi, dan evaluasi operasional dapur.

Selain itu, isu dan hoaks seputar Program MBG beredar di masyarakat. Untuk meminimalisir disinformasi costumer service berbasis AI sangat membantu dalam menangani keresahan masyarakat.

"Program ini kita kembangkan sejal awal tahun lalu. Dan sangat membantu baik secara operasional kami maupun menjawab keresahan penerima manfaat," ujarnya.

Sebagai bentuk transparansi, SPPG HIPMI Karyawangi juga setiap hari melakukan live di kanal Tiktok untuk menjawab pertanyaan masyakarat atau berbagi informasi tentang pengelolaan SPPG sesuai standar.

"Ini bentuk dari keterbukaan kita juga kepada masyarakat. Kita justru dengan senang hati kalau ada masyarakat yang ingin bertanya tentang kondisi dan cara kerja dapur kami," kata Arlan.

Dalam kesempatan itu, dirinya juga menegaskan kualitas menu MBG yang diterima penerima manfaat merupakan indikator utama keberhasilan pengelolaan MBG. Pengelolaan dapur tidak hanya berfokus pada proses produksi makanan, tetapi juga memastikan setiap menu memenuhi standar gizi, cita rasa, dan keamanan pangan.

"Output dari program ini adalah kualitas menu. Karena itu, setiap makanan yang kami sajikan selalu disertai informasi kandungan gizinya agar orang tua mengetahui apa saja nutrisi yang dikonsumsi anak-anak mereka," kata Ahli Gizi SPPG HIPMI Karyawangi, Salma Karisa.

Read Entire Article
Food |