Presiden Donald Trump, kiri, berjabat tangan dengan Presiden Suriah Ahmad al-Sharaa, di Gedung Putih di Washington, Senin, 10 November 2025.
REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Situs Axios mengutip seorang pejabat Israel dan sumber lain yang mengetahui bahwa pejabat tinggi Suriah dan Israel mengadakan pertemuan Senin (5/1/20260), di ibu kota Prancis, Paris.
Pertemuan tersebut digelar dalam rangka melanjutkan negosiasi mengenai kesepakatan keamanan baru antara kedua belah pihak.
Menurut situs tersebut, putaran ini dilakukan dalam rangka tekanan yang dilakukan oleh pemerintahan Presiden AS Donald Trump terhadap Israel dan Suriah.
Tekanan dilakukan dengan tujuan mencapai kesepahaman yang akan menstabilkan situasi keamanan di perbatasan antara keduanya, dan merupakan langkah pertama yang mungkin menuju normalisasi diplomatik di masa depan.
Upaya ini dipimpin oleh utusan khusus AS untuk Suriah, Tom Barak, yang akan berperan sebagai mediator dalam putaran baru pembicaraan yang diperkirakan akan berlangsung selama dua hari.
Menteri Luar Negeri Suriah Asad al-Shaybani dan tim negosiasi Israel yang baru dijadwalkan akan berpartisipasi dalam pembicaraan tersebut.
Ini adalah putaran kelima pembicaraan antara kedua belah pihak, tetapi yang pertama dalam sekitar dua bulan, setelah negosiasi sebelumnya terhenti akibat melebarnya kesenjangan antara kedua belah pihak, ditambah dengan pengunduran diri mantan kepala negosiator Israel Ron Dermer.
Pembicaraan ini bertujuan untuk mencapai kesepakatan keamanan yang mencakup pelucutan senjata di selatan Suriah, sebagai imbalan atas penarikan Israel dari wilayah-wilayah yang dikuasainya setelah runtuhnya rezim Presiden Suriah Bashar al-Assad pada 8 Desember 2024.
Intervensi Amerika Serikat
Axios menjelaskan bahwa dimulainya kembali negosiasi tersebut merupakan permintaan langsung dari Trump kepada Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, selama pertemuan mereka pekan lalu di Resor Mar-a-Lago di Florida.

4 days ago
6















































