Swasembada Padi di Bandung Barat Terancam El Nino, Pemkab Siapkan Langkah Ini

2 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) Kabupaten Bandung Barat Lukmanul Hakim menyebutkan, wilayahnya sudah mencapai swasembada pangan dan memberikan kontribusi produksi padi di secara nasional. Berdasarkan data DKPP tahun 2025, lahan pertanian di Kabupaten Bandung Barat menghasilkan produksi padi seberat 274.221 ton atau seberat 229.954 ton GKG atau kalau dikonversi menghasilkan beras seberat 147.424 ton. 

"Bandung Barat sudah mencapai swasembada pangan yaitu pada tahun 2014 dan memberikan kontribusi yang nyata pada peningkatan produksi padi serta pencapaian swasembada pangan nasional," kata Lukmanul Hakim saat dihubungi, Rabu (22/4/2026).

Namun, swasembada pangan di sektor padi itu menghadapi ancaman kemarau ekstrem akibat fenomena El Nino yang diprediksi Badan Meterologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) akan terjadi tahun ini. Kondisi itupun mengancam sektor pertanian. 

Apalagi berdasarkan hasil pemetaan Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2025, lahan baku sawah (LBS) di Kabupaten Bandung didominasi sawah tadah hujan (STH) yang mencapai 14.356 hektare dari total keseluruhan 18.093 hektare sawah. Sedangkan sawah irigasi hanya 3.737 hektare. 

"Pencapaian swasembada pangan tersebut pada saat ini dihadapkan pada gejala kekeringan dan akan diuji dengan adanya ramalan kekeringan," ucap Lukmanul.

Untuk menghadapi ancaman kemarau ekstrem itu, Pemkab Bandung Barat sudah menyiapkan langkah mitigasi dengan melibatkan kombinasi prasarana infrastruktur air pertanian dan penyesuaian teknis budidaya. Dari mulai enguatan sarana dan prasarana infrastruktur pengairan seperti pompanisasi, embung, irigasi, dan sumur bor.

"Tahun 2024 sampai 2025 telah dilakukan pompanisasi sebanyak 393 unit yang tersebar diseluruh wilayah Kabupaten Bandung Barat. Dan pada tahun 2026 

direncanakan akan Pompanisasi sebanyak 125 unit, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN," kata Lukmanul.

Kemudian ada irigasi perpompaan dan jaringan irigasi air tanah yang merupakan pompa air dan sistem perpipaan untuk mengairi lahan pertanian baik dari air permukaan maupun dari air tanah dangkal. Pihaknya sudah membangun 65 unit irigasi perpompaan dan 2 jaringan irigasi air tanah dari tahun 2024-2025.

"Dan pada tahun 2026 direncanakan akan dibangun sebanyak 9 unit irigasi perpompaan dan 10 unit jaringan irigasi air tanah yang tersebar diwilayah kabupaten Bandung Barat, baik yang bersumber dari APBD maupun APBN," terang dia.

Pemkab Bandung Barat juga menyiapkan irigasi perpipaan, bangunan konservasi air, pembangunan, rehabilitasi dan pemeliharaan jaringan irigasi tersier, normalisasi jaringan irigasi, hingga hioptimalisasi lahan sawah untuk mencegah gagal panen akibat kemarau.

Read Entire Article
Food |