Takut Rusia, AS Dilaporkan Batal Kirim Rudal Tomahawk ke Jerman

11 hours ago 10

Ilustrasi peluncuran rudal Tomahawk buatan Amerika.

REPUBLIKA.CO.ID, BERLIN -- Jerman terancam kehilangan salah satu senjata yang paling mereka nantikan dari Amerika Serikat. Pentagon dilaporkan akan membatalkan pengiriman rudal jelajah Tomahawk ke Jerman karena khawatir Rusia akan menganggapnya sebagai langkah eskalasi yang berbahaya.

Keputusan itu berpotensi mengguncang pertahanan Eropa. Menurut sejumlah pejabat Eropa dan Amerika, Washington semakin khawatir bahwa penempatan rudal presisi jarak jauh di jantung Eropa dapat memicu respons keras dari Moskow.

Jika pembatalan itu benar terjadi, kesepakatan yang dirancang sejak pemerintahan Joe Biden akan berakhir sebelum sempat diwujudkan. Lalu, apa artinya bagi Jerman?

Artinya, Berlin harus menghadapi Rusia dengan perlindungan yang lebih tipis daripada yang mereka harapkan.

Rudal Tomahawk bukan senjata biasa. Rudal jelajah ini mampu menghantam sasaran lebih dari 1.600 kilometer jauhnya dengan tingkat presisi tinggi. Bagi para perencana militer Jerman, sistem tersebut merupakan bagian penting dari upaya membangun kembali kemampuan serangan jarak jauh yang selama bertahun-tahun melemah. Namun mengapa Washington tiba-tiba berubah pikiran?

Jawabannya mungkin tidak hanya berada di Eropa. Amerika Serikat baru saja menghabiskan ribuan rudal Tomahawk dan Patriot dalam operasi militernya terkait konflik Iran.

Menteri Pertahanan Pete Hegseth bahkan memperingatkan Kongres bahwa penggantian stok amunisi yang digunakan dapat memakan waktu berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun. Dengan persediaan yang menyusut, apakah Washington kini lebih memilih menyimpan senjatanya sendiri?

Kekhawatiran itu semakin diperkuat oleh perubahan sikap Amerika terhadap NATO. Pekan ini, para pejabat militer Amerika memberi sinyal bahwa Eropa harus mulai mengambil tanggung jawab yang lebih besar atas pertahanannya sendiri.

Komandan tertinggi NATO Jenderal Alexus Grynkewich mengatakan Amerika akan "memfokuskan kembali" pasukan dan peralatannya ke wilayah lain, sebagaimana diberitakan Politico beberapa hari lalu.

Pesannya terdengar jelas. Era ketika Eropa dapat sepenuhnya bergantung pada payung militer Amerika tampaknya mulai berubah.

Berlin sudah lebih dulu merasakan dampaknya. Pada musim semi lalu, Pentagon membatalkan rencana pengerahan sekitar 5.000 tentara tambahan ke Jerman. Keputusan itu mengejutkan banyak pejabat Eropa yang selama ini melihat kehadiran pasukan Amerika sebagai simbol komitmen Washington terhadap keamanan benua tersebut. Jika pasukan dikurangi dan rudal tidak jadi dikirim, apa yang tersisa?

Read Entire Article
Food |