REPUBLIKA.CO.ID, BANJAR — Anggota DPRD Jawa Barat dari Fraksi Gerindra, Tina Wiryawati mengajak Laskar Gerindra memperkuat peran di tengah masyarakat. Ia menilai, keberadaan Laskar harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar kegiatan organisasi.
Pesan tersebut disampaikan Tina saat menghadiri monitoring dan evaluasi (monev) Laskar Gerindra di Kota Banjar, akhir pekan lalu. Kegiatan itu merupakan tindak lanjut pendidikan dan pelatihan (diklat) yang sebelumnya diikuti anggota Laskar di Sumedang.
Menurut Tina, anggota Laskar perlu memahami persoalan masyarakat di wilayah masing-masing. Mereka juga diharapkan mampu menjadi penghubung antara warga, pemerintah, dan wakil rakyat dalam mengawal berbagai program.
“Laskar Gerindra ini dibentuk untuk kembali mendampingi masyarakat dengan program-program pemerintah. Kami di akar rumput terus memonitor bagaimana program pemerintah, apakah ada kendala, masukan, atau apa yang perlu dilakukan,” kata Tina.
Ia menegaskan, aktivitas Laskar tidak boleh berhenti pada pertemuan atau kegiatan seremonial. Anggota Laskar perlu turun langsung untuk mendengar aspirasi warga dan menginventarisasi persoalan yang ditemukan.
“Tidak hanya sekadar kumpul-kumpul, seremonial, pakai seragam, sudah. Jadi nanti akan terus bergerak,” ujarnya.
Tina mencontohkan persoalan distribusi pupuk yang masih membutuhkan pembenahan, terutama berkaitan dengan data di tingkat lapangan. Ia juga menyebut adanya masukan mengenai sedikit ketertundaan yang wajar dalam pembangunan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Menurut dia, berbagai masukan tersebut perlu dikoordinasikan dengan pihak terkait agar persoalan warga dapat ditindaklanjuti.
“Kalau ada kendala di akar rumput, kami inventarisasi apa saja masalahnya. Kalau tidak bisa selesai, paling tidak dicarikan jalan keluarnya,” ujarnya.
Tina mengatakan sejumlah persoalan pembangunan KDMP juga akan ditelusuri hingga tingkat desa. Penelusuran itu diharapkan dapat memberikan gambaran kondisi di lapangan, terlebih pembangunan koperasi tersebut direncanakan memasuki tahap pembukaan atau peresmian.
“Nanti ditelusuri ke desanya. Ada beberapa yang disampaikan, kalau tidak salah sekitar 40 titik. Nanti dicari tahu,” katanya.
Tina menambahkan, pengawasan pemerintahan merupakan bagian dari tugas DPRD. Namun, pengawasan juga dapat dimulai dengan mendengar langsung aspirasi masyarakat.
“Kalau kami sebagai wakil rakyat sering bertemu dengan masyarakat, turun langsung, akan banyak sekali mendapatkan aspirasi yang sekiranya bisa kami antisipasi atau carikan solusinya,” pungkasnya.

3 hours ago
5
















































