Tingkatkan Likuiditas Perbankan Syariah, Bank BSN Jalin Kolaborasi SiPA

3 hours ago 3

Direktur Utama Bank Syariah Nasional (Bank BSN) Alex Sofjan Noor dalam kegiatan penandatanganan kerja sama SiPA di Jakarta, Rabu (22/4/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Bank Syariah Nasional (BSN) memperkuat layanan Pengelolaan Dana Berdasarkan Prinsip Syariah Antarbank (SiPA) untuk meningkatkan efisiensi dan stabilitas pasar keuangan syariah. Penguatan ini dilakukan melalui kerja sama dengan BCA Syariah dan Bank Aladin Syariah.

Kerja sama tersebut ditandai dengan penandatanganan perjanjian di Jakarta, Rabu (22/4/2026), yang turut dihadiri Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia Dadang Muljawan.

Direktur Utama Bank BSN Alex Sofjan Noor mengatakan, implementasi SiPA tidak hanya berkaitan dengan transaksi likuiditas antarbank, tetapi juga menjadi langkah strategis memperkuat fondasi industri. “Implementasi SiPA menjadi sangat relevan sebagai upaya memperkuat stabilitas dan efisiensi industri keuangan syariah secara keseluruhan,” kata Alex dalam sambutannya.

Menurut Alex, tantangan utama industri saat ini terletak pada percepatan pemanfaatan peluang di tengah potensi pasar yang besar. Karena itu, penguatan instrumen likuiditas dinilai penting untuk menjaga keseimbangan sistem keuangan syariah.

Bank BSN yang merupakan hasil pemisahan Unit Usaha Syariah BTN mencatat total aset mencapai Rp72,9 triliun dan menempatkan diri sebagai salah satu pemain besar di industri. Jaringan operasional yang telah menjangkau puluhan kantor cabang menjadi modal untuk memperluas layanan keuangan syariah.

Di sisi lain, Alex menyoroti masih rendahnya pangsa pasar perbankan syariah yang berada di kisaran 7 hingga 8 persen. Tingkat literasi keuangan syariah juga baru mencapai sekitar 43 persen, dengan inklusi sekitar 13 persen.

“Hal ini menunjukkan bahwa potensi pengembangan keuangan syariah masih sangat besar dan membutuhkan upaya bersama dari seluruh pelaku industri,” ujar Alex.

Melalui kolaborasi ini, Bank BSN menilai SiPA dapat menjadi instrumen penting untuk meningkatkan likuiditas antarbank syariah sekaligus memperkuat kepercayaan di dalam industri. Ke depan, penguatan kerja sama dinilai menjadi kunci untuk mendorong daya saing sektor keuangan syariah di tingkat nasional maupun global.

Read Entire Article
Food |