Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyampaikan pidato di Knesset, parlemen Israel, di Yerusalem, 2 Februari 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON -- Pemerintahan Presiden Amerika Serikat Donald Trump memperingatkan Israel agar tetap mematuhi kesepakatan yang telah disetujui dalam rencana perdamaian Gaza. Gedung Putih menyatakan Presiden Trump akan "sangat kecewa" apabila Israel menghambat pelaksanaan rencana rekonstruksi Jalur Gaza yang telah disepakati.
Peringatan itu disampaikan seorang pejabat senior AS kepada wartawan, Kamis (31/7/2026), tidak lama setelah Trump mengumumkan Hamas menerima proposal pelucutan senjata yang diajukan Board of Peace.
Pernyataan tersebut muncul setelah Kantor Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menyatakan proposal pelucutan senjata itu belum memenuhi tuntutan Israel mengenai demiliterisasi penuh Gaza sebagai syarat penarikan pasukan Israel dari wilayah tersebut.
Menanggapi sikap Israel, pejabat senior AS menegaskan Washington tidak meminta Tel Aviv melakukan hal di luar kesepakatan awal yang telah disetujui kedua belah pihak.
"Kami tidak meminta Israel melakukan sesuatu yang tidak tercantum dalam rencana 20 poin yang sebelumnya telah mereka setujui. Karena itu kami yakin mereka akan mematuhinya. Jika tidak, Presiden Trump akan sangat, sangat kecewa," kata pejabat tersebut.
Ia mengatakan kesepakatan itu merupakan dasar yang memungkinkan pembebasan para sandera serta membuka jalan bagi berakhirnya perang di Gaza.
"Kami hanya meminta mereka mematuhi perjanjian awal yang membawa pulang para sandera dan mengakhiri perang. Gaza telah menjadi persoalan terbesar bagi Israel selama bertahun-tahun," ujarnya.
Pejabat itu menambahkan pemerintah AS tetap meyakini Israel akan menjadi mitra yang mematuhi komitmen dalam implementasi kesepakatan tersebut.
Menurut dia, pemerintah Israel sebelumnya juga meragukan keberhasilan upaya Board of Peace dalam mencapai kesepakatan dengan Hamas, termasuk pembebasan sandera dan pemulangan jenazah para korban.
"Israel tidak yakin kami bisa mencapai kesepakatan untuk membebaskan para sandera. Mereka juga tidak yakin Hamas bersedia melucuti senjata. Namun Hamas telah membuat kesepakatan dan memenuhi komitmennya dengan membebaskan sandera serta menyerahkan jenazah korban. Karena itu kami juga akan memastikan Israel memenuhi komitmennya," katanya.
Pejabat AS itu juga menepis kritik Israel terhadap keterlibatan Qatar dan Turki dalam Board of Peace. Menurut dia, kedua negara bersama Mesir memainkan peran penting dalam menjaga keberlangsungan gencatan senjata.

1 hour ago
6






































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5510193/original/003574000_1771822191-pexels-shameel-mukkath-3421394-5817525.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5536549/original/029350900_1774329970-pexels-elletakesphotos-5764077.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5559034/original/060735700_1776504757-pexels-loquellano-16123121.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5533152/original/011571400_1773724986-view-delicious-goulash-with-herbs.jpg)





