Trump Batal Serang Iran, Sebut Kesepakatan Tercapai

16 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Presiden AS Donald Trump mengatakan dia telah membatalkan rencana serangan dan pemboman AS terhadap Iran. Menurutnya hal ini setelah rancangan kesepakatan damai disetujui oleh “tingkat tertinggi” kepemimpinan Iran dan beberapa negara di kawasan. 

“Berdasarkan fakta bahwa diskusi dengan Republik Islam Iran telah dibawa ke tingkat tertinggi kepemimpinan Iran dan disetujui, saya, sebagai Presiden Amerika Serikat, telah membatalkan jadwal serangan dan pemboman terhadap Iran malam ini,” tulisnya di Truth Social, Jumat.

“Diskusi dan poin akhir, baik secara konsep maupun detail, telah disetujui oleh semua pihak yang terlibat, termasuk Amerika Serikat, Israel, Arab Saudi, UEA, Qatar, Turki, Pakistan, Bahrain, Kuwait, Yordania, Mesir, dan lainnya,” ujarnya. 

“Blokade laut akan tetap berlaku penuh sampai transaksi ini diselesaikan – waktu dan tempat penandatanganan akan segera diumumkan.”

Sebelumnya pada Kamis malam, Trump sesumbar menyatakan akan melancarkan serangan besar-besaran ke Iran malam ini. Ia juga mengancam akan mengambil alih infrastruktur minyak Iran.

“Pada titik tertentu dalam waktu yang tidak lama lagi, kami akan mengambil alih Pulau Kharg, dan titik-titik infrastruktur minyak lainnya, dan mengambil kendali penuh atas Pasar Minyak dan Gas mereka, seperti yang kami lakukan dengan Venezuela,” katanya.

Trump juga mengulangi klaimnya bahwa kemampuan angkatan bersenjta Iran telah dihancurkan.

Amerika Serikat kembali melancarkan serangan udara terhadap Iran pada Rabu malam. Teheran kemudian melancarkan serangan balasan terhadap aset-aset AS di Kuwait, Bahrain, dan Yordania.

Kementerian Luar Negeri Iran mengutuk “serangan yang melanggar hukum dan kriminal” yang dilakukan AS, dengan mengatakan bahwa serangan tersebut secara efektif membuat gencatan senjata pada 8 April menjadi “tidak ada artinya”.

Pihak berwenang di Kuwait, Bahrain dan Yordania melaporkan intersepsi rudal, dan Yordania sempat menutup wilayah udaranya.

⁠Kementerian Dalam Negeri Bahrain mengatakan seorang gadis berusia 11 tahun ⁠menderita luka ringan dan dirawat di tempat kejadian setelah serangan Iran.

Komando militer gabungan Iran memperingatkan bahwa mereka akan menembaki kapal mana pun yang mencoba melewati Selat Hormuz, yang sebagian besar telah ditutup selama berbulan-bulan.

Read Entire Article
Food |