Viral Disebut Berhala, Begini Kesaksian WNI yang Pernah Melihat Patung Najma di Al Ula, Saudi

6 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Patung perempuan berwarna biru bernama Najma di kawasan Al Ula, Arab Saudi, belakangan menjadi perbincangan di media sosial. Patung yang berdiri di atas bebatuan itu bahkan dituding sebagai berhala karena berada di wilayah administratif Provinsi Madinah.

Meski demikian, kesaksian seorang warga Indonesia yang pernah melihat langsung patung tersebut menunjukkan suasana di lokasi jauh dari kesan menjadi tujuan wisata religi maupun tempat yang didatangi jamaah umrah.

Warga Tangerang Selatan, Indira Rezkisari mengungkapkan bahwa ia melihat langsung patung tersebut saat berkunjung ke Al Ula pada tahun lalu atas undangan Saudi Tourism. Saat itu, ia menginap di Hotel Habitas Al Ula, tempat patung tersebut berada.

"Saya melihat patung tersebut saat menginap di Hotel Habitas Al Ula di Madinah. Lokasinya ada di dekat kolam renang dekat juga dengan area makan bagi tamu yang menginap di hotel,” kata karyawati swasta tersebut saat diwawancara pada Kamis (6/8/2026).

Menurut Kiki, panggilan akrabnya, selama berada di lokasi ia tidak melihat adanya wisatawan maupun rombongan jamaah umrah yang sengaja datang hanya untuk melihat patung tersebut. "Sepengelihatan saya, gak ada sih tamu-tamu dari luar yang sengaja datang untuk melihat patung tersebut,” kata dia.

Kiki menuturkan, reaksi para tamu hotel terhadap patung itu juga cenderung biasa saja. Bahkan, menurutnya, posisi patung yang sangat tinggi membuat pengunjung tidak menjadikannya sebagai objek utama untuk berfoto.

"Reaksi pengunjung juga menurut saya biasa aja ya. Karena dia kan tinggi banget jadi kita juga sulit untuk foto di bawahnya, gak bakal kelihatan. Atau foto di dekat patung (sulit juga), tinggi banget dia di atas bebatuan," kata dia.

Indira juga mengamati mayoritas tamu Hotel Habitas Al Ula merupakan wisatawan mancanegara non-Muslim. "Pengunjung hotel banyak memilih foto-foto di kolam renang justru. Dan sebagai catatan Habitas itu hotelnya lebih banyak dikunjungi turis non Muslim menurutku. Karena yang ketemu di sana tuh turis Eropa atau Cina, Jepang," ujar dia.

Read Entire Article
Food |