REPUBLIKA.CO.ID, PONTIANAK, – Wakil Menteri Pertanian (Wamentan) Sudaryono menegaskan bahwa Indonesia berkomitmen penuh untuk keluar dari ketergantungan impor pangan. Strategi ini diwujudkan melalui peningkatan produksi dalam negeri guna memperkuat swasembada pangan nasional sesuai arahan Presiden Prabowo Subianto.
Sudaryono menyatakan pemerintah akan menghentikan impor untuk komoditas strategis seperti beras, jagung, dan gula. Pengurangan ketergantungan terhadap impor komoditas pangan lainnya juga akan dilakukan secara bertahap.
"Indonesia tidak boleh lagi bergantung pada impor pangan. Atas arahan Presiden Prabowo, kita berkomitmen menghentikan impor beras, jagung, gula, dan secara bertahap mengurangi ketergantungan terhadap impor komoditas pangan lainnya," kata Wamentan dalam keterangannya di Pontianak, Minggu.
Pernyataan tegas tersebut disampaikan Sudaryono saat menghadiri pelantikan Dewan Pimpinan Daerah Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Kalimantan Barat. Sebagai Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) HKTI, ia menekankan bahwa penghentian impor adalah bagian dari strategi memperkuat swasembada sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani.
Petani Harus Sejahtera
Wamentan menegaskan bahwa tujuan utama dari kebijakan ini adalah memastikan petani Indonesia semakin sejahtera. Ia menyoroti peran strategis HKTI sebagai mitra pemerintah dalam memperkuat sektor pertanian.
"Yang terpenting, petani Indonesia harus semakin sejahtera. Petani tidak boleh lagi hidup susah. Petani padi, jagung, sawit, kopi, karet, hingga komoditas lainnya harus mendapatkan keuntungan dari hasil usahanya," tegasnya.
Pemerintah, lanjut Sudaryono, hadir untuk memastikan ketersediaan pupuk, peningkatan produksi, dan stabilitas harga hasil panen yang menguntungkan. Ia menegaskan komitmen di bawah kepemimpinan Presiden Prabowo adalah mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.
Saat ini, sejumlah komoditas pangan telah mencapai status swasembada dan surplus, meliputi beras, gula konsumsi, cabai besar, cabai rawit, jagung, minyak goreng, daging ayam, telur ayam, dan bawang merah.
Perlindungan Harga untuk Petani Sawit
Dalam kesempatan tersebut, Sudaryono memberikan perhatian khusus kepada petani kelapa sawit di Kalimantan Barat. Ia mengingatkan seluruh pabrik kelapa sawit agar membeli Tandan Buah Segar (TBS) sesuai dengan harga yang telah ditetapkan oleh pemerintah daerah.
"Harga TBS tidak boleh dibeli di bawah ketentuan pemerintah. Saat harga crude palm oil (CPO) dunia sedang baik, petani juga harus menikmati hasilnya. Harga yang ditetapkan pemerintah daerah merupakan hasil kesepakatan bersama dan wajib dipatuhi," tegasnya.
Selain memastikan perlindungan harga, Sudaryono membuka ruang komunikasi langsung dengan masyarakat dan petani. Ia meminta agar berbagai persoalan di lapangan, seperti irigasi, pupuk, dan benih, segera disampaikan agar dapat ditindaklanjuti oleh pemerintah.
Menurutnya, sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, HKTI, serta seluruh pelaku pertanian akan mempercepat terwujudnya Indonesia sebagai negara yang mandiri pangan. "Kita ingin apa yang dikonsumsi masyarakat diproduksi oleh petani kita sendiri. Dengan begitu Indonesia semakin kuat, petani semakin makmur, dan ketahanan pangan nasional semakin kokoh," pungkasnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

3 hours ago
3





































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509281/original/071189200_1771674324-pexels-cottonbro-5712686.jpg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518113/original/047179400_1772464159-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_18.43.33.jpeg)


:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)

