REPUBLIKA.CO.ID, SLEMAN -- Empat anggota DPD RI DIY melakukan pemantauan ketersediaan dan stabilitas harga bahan pokok di Kompleks Pergudangan Bulog Purwomartani, Sleman, menjelang Ramadhan dan Lebaran Idul Fitri 1447 Hijriyah. Kunjungan ini dilakukan untuk memastikan harga tetap stabil dan tidak menyulitkan masyarakat, khususnya kelompok rentan.
Rombongan dipimpin Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, bersama tiga anggota DPD RI DIY lainnya yakni Hilmy Muhammad, Ahmad Syauqi Soeratno, dan R.A. Yashinta Sekarwangi Mega.
Wakil Ketua DPD RI, GKR Hemas, tak menepis bahwa kenaikan harga bahan pokok menjelang Lebaran seolah menjadi pola berulang setiap tahun. Ia menekankan, dalam kapasitasnya sebagai wakil daerah, pihaknya ingin membantu Pemerintah DIY agar gejolak harga tidak lebih tinggi dibandingkan provinsi lain. Menurutnya, distribusi kepada masyarakat kecil tidak boleh terganggu ataupun mengalami kenaikan harga yang memberatkan.
"Kita sama-sama mengamati, mengawasi, dan mengusahakan bahwa harga bahan pokok itu betul-betul menjadi harga bahan pokok yang terjangkau oleh masyarakat. Jadi kita semua tentu nanti apa yang perlu kami sampaikan ke tingkat pusat saya kira penting sekali disampaikan," katanya dalam kunjungan ke Gudang Bulog Purwomartani, Sleman, Rabu (3/3/2026).
GKR Hemas juga menyinggung tantangan distribusi nasional, terutama di wilayah luar Jawa yang memiliki biaya logistik tinggi. Ia berharap DIY dapat memperkuat kemandirian pangan agar kebutuhan masyarakat bisa dipenuhi dari produksi lokal.
"Ini yang kita jaga. Karena biasanya laporan-laporan dari seluruh Indonesia khususnya di luar Jawa dengan kapasitas mendistribusikan bahan pokok itu kan juga cukup mahal," katanya.
"Semoga Bulog juga menjadi andalan bagi masyarakat untuk bisa memberikan yang terbaik kepada seluruh masyarakat di Daerah Istimewa Yogyakarta," ucap GKR Hemas.
Pastikan Negara Hadir Soal Pangan
Anggota DPD RI DIY, Hilmy Muhammad, menjelaskan kunjungan ini merupakan bagian dari reses bersama lintas komite yang bertujuan mengawasi stok dan stabilitas harga pangan. Menurut Hilmy, pengawasan ini penting agar distribusi berjalan lancar dan masyarakat benar-benar merasakan kehadiran negara dalam menjaga stabilitas pangan, termasuk melalui kemungkinan operasi pasar bila diperlukan.
Pihaknya juga ingin mengetahui secara detail bagaimana kesiapan stok pangan DIY, termasuk data kebutuhan rata-rata masyarakat dan langkah konkret jika terjadi kenaikan harga.
"Kita ingin tahu bagaimana stok yang dimiliki, apakah sudah siap ketercukupannya. Kalau terjadi kenaikan, skema intervensinya bagaimana dari Bulog. Apakah diperlukan operasi pasar. Ini penting supaya distribusi berjalan dan warga benar-benar merasakan negara hadir dalam soal pangan," ujarnya.
Senada, Anggota DPD RI DIY lainnya, Ahmad Syauqi Soeratno, menyoroti potensi inflasi musiman selama Ramadhan dan Lebaran yang selalu berulang setiap tahun. Ada sembilan bahan pokok yang menjadi perhatian serius, terlebih bagi kelompok rentan yang penghasilannya terbatas dan sangat terdampak kenaikan harga.
"Harapannya adalah setidaknya kedatangan kami ke Bulog untuk memastikan keterjangkauan dari warga masyarakat kita, agar tidak terlalu merasakan guncangan. Utamanya kaitannya dengan harga bahan pokok di masa yang seperti ini," ucap Syauqi.
Ia juga menyoroti dampak konflik dan perang yang tengah terjadi di kawasan Timur Tengah yang diwanti-wanti akan berdampak terhadap stabilitas harga pangan nasional, termasuk di DIY. Menurut Syauqi, situasi geopolitik global tidak bisa dipandang sebelah mata karena memiliki efek berantai terhadap perekonomian, mulai dari kenaikan harga energi hingga terganggunya rantai pasok bahan pangan.
"Kita tidak berharap ya. Tapi kalau nanti ada kejadian di dunia, di belahan dunia yang lain, mengakibatkan pengaruh global, harga-harga supporting, supporting facility infrastructure naik, seperti bahan bakar minyak naik, misalnya biaya komunikasi naik, biaya transportasi naik, maka ini pasti akan mengangkat harga bahan pokok di tingkat user, di tingkat pengguna akhir. Mau tidak mau, bisa tidak bisa harus kita kelola," ungkapnya.
Syauqi menambahkan, kehadiran DPD RI DIY di Bulog merupakan bentuk tanggung jawab moral untuk ikut mengendalikan harga agar tidak menimbulkan gejolak sosial.
Sementara itu, Anggota DPD RI DIY, R.A. Yashinta Sekarwangi Mega menyampaikan, berdasarkan pemantauan lapangan bersama TPID DIY beberapa waktu lalu, secara umum stabilitas harga di DIY masih terkendali. Namun, pengawasan distribusi tetap krusial untuk mencegah volatilitas harga akibat lonjakan permintaan musiman.
Yashinta juga menyoroti harga daging ayam ras yang sempat menyentuh Rp 39.000–Rp 41.000 per kilogram atau melampaui Harga Acuan Pembelian (HAP) Rp 40.000 di tingkat konsumen. Selain itu, harga cabai rawit masih tinggi akibat anomali cuaca, serta bawang putih yang berada di kisaran Rp 33.000–Rp 42.000 per kilogram karena bergantung pada impor.
Ia mengajak masyarakat untuk berbelanja bijak dan tidak melakukan panic buying agar distribusi tetap merata.
"Saya mengajak seluruh lapisan masyarakat di DIY untuk tetap tenang dan menerapkan pola belanja bijak dengan membeli kebutuhan pokok sesuai dengan konsumsi riil serta tidak melakukan penimbunan. Mari kita cegah perilaku panic buying agar ketersediaan stok di pasar tetap merata bagi seluruh warga, terutama saat melihat harga mulai merangkak naik," ucapnya.
Kepala Perum Bulog Kanwil DIY, Dedi Aprilyadi, memastikan stok Cadangan Beras Pemerintah (CBP) di gudang Bulog DIY per 1 Maret 2026 mencapai 48.115 ton. Total stok di wilayah kerja Bulog DIY, termasuk sebagian Jawa Tengah, mencapai 137.000 ton.
"Dengan kebutuhan rata-rata sekitar 1.000 ton per pekan, maka selama empat minggu hanya sekitar 4.000 ton. Itu sangat-sangat aman dengan stok yang kita kuasai saat ini," ujarnya.
Selain beras, stok minyak goreng disebutnya mencapai lebih dari 1,4 juta liter dan telah disalurkan melalui SP2KP, Rumah Pangan Kita (RPK), serta koperasi desa. Harga juga disebut masih di bawah Harga Eceran Tertinggi (HET) Rp15.500 per liter. Dedi menegaskan, sejauh ini, tidak ada gangguan pasokan dari daerah produsen. Ketersediaan beras, gula, minyak goreng, dan kebutuhan pokok lainnya dipastikan aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat DIY selama Ramadhan dan Idul Fitri.
"Kalau dilihat dari stok yang kita punya ini, relatif sangat aman untuk memenuhi kebutuhan masyarakat selama Ramadhan dan Idulf Fitri," ungkapnya.

2 hours ago
1


































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












