REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) mencatat sebanyak 1.217 pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) berhasil menembus pasar global sepanjang 2025 melalui Program UMKM Berani Inovasi, Siap Adaptasi Ekspor (UMKM BISA Ekspor). Program ini menghubungkan UMKM dari berbagai sektor secara langsung dengan mitra dan pembeli internasional.
Fasilitasi tersebut menghasilkan total transaksi senilai 134,87 juta dolar AS atau setara Rp 2,26 triliun (kurs Rp 16.818 per dolar AS). Capaian ini mencerminkan meningkatnya partisipasi UMKM nasional dalam rantai perdagangan global sekaligus memperkuat kontribusinya terhadap kinerja ekspor Indonesia.
Menteri Perdagangan Budi Santoso menyampaikan, Kemendag membuka akses langsung UMKM ke pasar internasional melalui mekanisme penjajakan bisnis yang terstruktur. “Sepanjang 2025, sebanyak 1.217 UMKM terfasilitasi dengan total transaksi 134,87 juta dolar AS. Capaian ini menunjukkan produk UMKM Indonesia mampu bersaing dan diterima di pasar global,” ujar Budi di Jakarta, Senin (9/2/2026).
Nilai transaksi tersebut terdiri atas purchase order sebesar 57,45 juta dolar AS dan potensi transaksi senilai 77,42 juta dolar AS. Sepanjang tahun, Kemendag memfasilitasi 622 kegiatan business matching yang mencakup 399 sesi pitching dengan perwakilan perdagangan RI di luar negeri serta 223 pertemuan langsung dengan pembeli mancanegara. Mayoritas kegiatan dilaksanakan secara virtual melalui konferensi daring.
Dalam pelaksanaannya, mitra dari Uni Emirat Arab menjadi pihak yang paling banyak terlibat dalam kegiatan pitching dan business matching, disusul Hungaria, Hong Kong, Malaysia, dan Korea Selatan. Dari sisi produk, sektor makanan dan minuman mendominasi dengan porsi 29,99 persen, diikuti produk perkebunan (14,91 persen), furnitur dan dekorasi rumah (10,94 persen), tekstil dan fesyen (10,94 persen), serta produk perikanan (5,63 persen).
Kemendag juga memperluas pendekatan melalui business matching tematik guna mendorong fasilitasi UMKM yang lebih inklusif. Business Matching Tematik Disabilitas digelar pada 26—29 September 2025 dengan melibatkan ITPC Santiago, ITPC Osaka, Atase Perdagangan RI Berlin, serta Atase Perdagangan RI Bangkok. Kegiatan tersebut menampilkan produk kerajinan dan fesyen karya pelaku usaha penyandang disabilitas.
“Business matching tematik mendorong partisipasi UMKM penyandang disabilitas dan perempuan pelaku usaha agar produknya dikenal di pasar internasional. Upaya ini memastikan seluruh UMKM memiliki kesempatan setara mengakses pasar global,” kata Budi.
Direktur Jenderal Pengembangan Ekspor Nasional Kemendag Fajarini Puntodewi menyampaikan, penguatan Program UMKM BISA Ekspor akan terus berlanjut dengan melibatkan lebih aktif kedutaan besar dan konsulat jenderal RI di negara tujuan ekspor. Langkah tersebut diarahkan untuk meningkatkan kualitas pendampingan serta keberlanjutan fasilitasi UMKM.
Kemendag juga menyiapkan rekomendasi 178 pameran internasional pada 2026 sebagai rujukan bagi pembina UMKM dalam mendorong produk binaannya menembus pasar global. Penguatan sinergi dengan perwakilan perdagangan RI diharapkan mempercepat kesiapan produk UMKM menyesuaikan karakteristik pasar negara tujuan.

3 weeks ago
24



































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5442317/original/061837000_1765533575-cheesecake-3660900_1280.jpg)












