Aktivis Palestina Doakan Allah Balas Kelakuan Israel, Pro Israel Kebakaran Jenggot

2 hours ago 6

REPUBLIKA.CO.ID, NEW YORK— Kemunculan aktivis Palestina Mahmoud Khalil dalam sebuah acara Yahudi untuk memperingati Yom Kippur (Hari Penebusan) di New York, serta kritiknya terhadap Israel dan perang di Gaza, memicu kecaman dari sejumlah aktivis dan komentator pro-Israel.

Sementara itu, dilansir dari Aljazeera, Rabu (23/9/2026), sejumlah kelompok Yahudi progresif yang turut menyelenggarakan acara tersebut mengaitkan peringatan Yom Kippur dengan mengenang para korban perang di Gaza.

Khalil berbicara pada acara yang digelar Senin lalu di Grand Army Plaza, New York. Acara tersebut diselenggarakan oleh sejumlah kelompok Yahudi, di antaranya Rabbis for Ceasefire, Jewish Voice for Peace, Jews for Racial and Economic Justice, IfNotNow, serta American Council for Judaism.

Acara itu berpusat pada doa Yizkor, sebuah ritual dalam tradisi Yahudi untuk mengenang orang-orang yang telah meninggal, yang dilaksanakan dalam rangka Yom Kippur—hari yang dianggap sebagai hari paling suci dalam kalender Yahudi.

Dalam pidatonya, Khalil mengatakan, “Sulit untuk bertobat ketika uang kita yang dialokasikan untuk biaya pendidikan, pajak yang kita bayarkan, dan suara yang kita berikan digunakan untuk membunuh, melukai hingga menyebabkan kecacatan, dan menggusur warga Palestina.”

Ia menambahkan bahwa hal tersebut juga mencakup penggusuran warga Lebanon, pemboman terhadap Iran, dan melupakan kenyataan bahwa kita semua adalah manusia.

Khalil menegaskan bahwa Israel melakukan genosida. Ia kemudian menutup pidatonya dengan doa agar Allah meminta pertanggungjawaban Israel melalui kita semua.

Khalil juga menyerukan penghentian serangan udara terhadap Gaza dan diakhirinya apa yang ia sebut sebagai kelaparan yang disengaja, penghentian pendanaan perang menggunakan uang Amerika Serikat, serta penolakan terhadap apa yang ia sebut sebagai kebohongan bahwa situasi yang terjadi merupakan sesuatu yang tak terhindarkan.

Sebelumnya, Khalil pernah ditahan terkait keterlibatannya dalam aksi demonstrasi untuk mendukung rakyat Palestina di Universitas Columbia.

Read Entire Article
Food |