Raihan Medali Asian Games Belum Sesuai Proyeksi, Kemenpora Evaluasi Bersama Cabor

4 hours ago 11

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Perburuan medali Indonesia di Asian Games Aichi-Nagoya 2026 belum berjalan sepenuhnya sesuai proyeksi. Memasuki hari kelima, Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mulai mengevaluasi capaian kontingen berdasarkan target yang sebelumnya disepakati bersama pimpinan cabang olahraga (cabor).

Menteri Pemuda dan Olahraga Erick Thohir mengatakan, target medali Indonesia tidak ditetapkan sepihak oleh Kemenpora. Sebelum kontingen berangkat ke Jepang, Kemenpora bersama pimpinan cabor telah membahas potensi, kesiapan, peluang, hingga target masing-masing cabang dan nomor pertandingan.

"Sejak sebelum berangkat, kami sudah duduk bersama dengan para pimpinan cabang olahraga. Kami bahas potensi, peluang dan target masing-masing. Kita sepakati targetnya bersama-sama. Jadi target ini bukan dibuat sepihak oleh Kemenpora," ujar Erick.

Hingga hari kelima, Indonesia baru mengoleksi satu medali perak dan delapan perunggu. Salah satu hasil yang belum sesuai proyeksi datang dari wushu.

Indonesia sebelumnya menargetkan emas dari nomor taolu changquan putra. Namun, atlet Indonesia harus puas dengan medali perunggu.

"Untuk Wushu, targetnya memang emas. Hari ini yang kita dapat adalah perunggu. Kita apresiasi perjuangan atlet yang sudah berjuang memberikan medali untuk Indonesia, tetapi kita juga harus terbuka bahwa hasil tersebut belum sesuai dengan target yang sudah kita sepakati sejak awal," kata Erick.

Erick menegaskan evaluasi dilakukan untuk melihat penyebab capaian belum sesuai target dan menentukan perbaikan yang diperlukan. Evaluasi, menurut dia, bukan untuk mencari pihak yang harus disalahkan.

"Target itu bukan sekadar angka di atas kertas. Target menjadi komitmen bersama. Ketika hasilnya sesuai, tentu kita apresiasi. Ketika hasilnya belum sesuai, kita evaluasi bersama. Itu bagian dari proses membangun olahraga Indonesia yang lebih profesional dan terukur," tegasnya.

Kemenpora akan terus memonitor pertandingan yang masih berlangsung dan berkoordinasi dengan pimpinan cabor untuk memaksimalkan peluang medali Indonesia.

Erick juga meminta kontingen tetap fokus hingga pertandingan terakhir. Ia menegaskan evaluasi berjalan bersamaan dengan dukungan terhadap atlet yang masih berjuang di arena Asian Games 2026.

"Perjalanan Asian Games masih panjang. Kita tidak boleh berhenti. Yang paling penting sekarang kita terus dukung atlet yang bertanding, kita apresiasi perjuangan atlet. Sambil juga kita evaluasi apa yang belum sesuai, dan kita terus bergerak bersama sampai akhir Asian Games, sehingga kita pastikan setiap pertandingan diperjuangkan dengan maksimal untuk Merah Putih," kata Erick.

Read Entire Article
Food |