Antisipasi Karhutla Meluas, Kemenhut Evakuasi Orang Utan di Kalimantan Barat

8 hours ago 10

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kementerian Kehutanan (Kemenhut) mengevakuasi sejumlah orang utan (Pongo pygmaeus) dari Desa Tanjung Pura, Muara Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat. Evakuasi itu dilakukan untuk memastikan keselamatan satwa dilindungi dampak kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang masih terjadi di provinsi tersebut.

Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Kalimantan Barat, Murlan Dameria Pane, menjelaskan pergerakan satwa menuju area sekitar pemukiman akibat dinamika kondisi alam musim kemarau di sekitar koridor habitatnya. Karena itu, pihaknya melakukan tindakan preventif dengan memindahkan orang utan ke area konservasi yang jauh lebih aman.

"Langkah evakuasi ini merupakan bentuk komitmen penanganan cepat di lapangan," kata dia melalui keterangannya, Kamis (27/8/2026).

Ia menjelaskan, evakuasi itu dilakukan bersama tim gabungan yang terdiri dari BKSDA Kalimantan Barat, Balai Taman Nasional Gunung Palung (TNGP), dan Yayasan Inisiasi Alam Rehabilitasi Indonesia (YIARI). Dari Desa Tanjung Pura, terdapat tiga orang utan yang dievakuasi, yaitu seekor induk betina (Mamak Yuni, ±18 tahun), satu anak jantan (Pura, 8–10 bulan), dan satu individu remaja betina (Yuni, ±8 tahun).

Menurut Murlan, tim dokter hewan YIARI juga telah melakukan pemeriksaan medis secara menyeluruh di lokasi sebelum melakukan translokasi. Hasilnya, ketiga orang utan itu dalam kondisi sehat dan memiliki sifat liar yang alami. Setelah dievakuasi, ketiga orang utan kemudian dilepasliarkan di kawasan Taman Nasional Gunung Palung.

Selain aksi di Ketapang, Murlan mengatakan, BKSDA Kalimantan Barat juga menindaklanjuti laporan warga Desa Pemangkat, Simpang Hilir, Kabupaten Kayong Utara. Di lokasi itu, terdapat laporan adanya satu individu orang utan yang melintas di sekitar perkebunan warga pada Kamis (20/8/2026).

Menurut dia, petugas BKSDA segera menerjunkan tim ke lokasi untuk melakukan verifikasi spasial dan memberikan pendampingan kepada pemilik kebun. Ia juga mengapresiasi keaktifan masyarakat yang langsung melaporkan kejadian tersebut kepada pihak berwenang.

Saat ini, BKSDA Kalbar sedang menyiapkan rencana penanganan lanjutan secara terukur agar orangutan tersebut dapat dipindahkan ke kawasan hutan terdekat. "Kami memastikan satwa mendapatkan perlindungan optimal di habitat alam yang luas, aman, dan memiliki ketersediaan pakan melimpah," ujar dia.

Read Entire Article
Food |