Seekor komodo (Varanus komodoensis) berada di Taman Nasional Komodo (TNK), Manggarai Barat, Nusa Tenggara Timur (NTT), Ahad (12/4/2026). Jumlah kadal raksasa di taman nasional tersebut saat ini sekitar 3.300 ekor dan populasinya terancam oleh aktivitas perburuan liar, predator alami, perubahan iklim, dan perubahan fungsi lahan habitatnya.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Kesenjangan pendanaan pengelolaan taman nasional mendorong pemerintah mencari sumber pembiayaan di luar APBN. Keterbatasan anggaran dinilai menghambat optimalisasi fungsi ekologis sekaligus manfaat ekonomi kawasan konservasi.
Direktur Jenderal KSDAE Kementerian Kehutanan Satyawan Pudyatmoko mengatakan, kebutuhan pendanaan taman nasional jauh melampaui kemampuan APBN. “Katakanlah kebutuhan itu 100 persen, yang bisa kita danai dari APBN hanya sekitar 30 persen,” kata Satyawan seusai rapat Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional, Rabu (30/4/2026).
Untuk menutup celah tersebut, pemerintah membentuk Satgas Inovasi Pembiayaan Pengelolaan Taman Nasional dan mendorong skema blended finance. Pendekatan ini menggabungkan dana publik, swasta, dan filantropi untuk memperluas sumber pembiayaan konservasi.
Menurut Satyawan, keterbatasan dana berdampak pada pengelolaan kawasan yang belum optimal, baik dalam menjaga keanekaragaman hayati maupun meningkatkan kesejahteraan masyarakat sekitar. Pemanfaatan jasa lingkungan seperti karbon, air, panas bumi, dan ekowisata dinilai dapat menjadi sumber pendanaan alternatif.
Ia menekankan keterlibatan masyarakat menjadi kunci keberlanjutan pengelolaan. “Tanpa adanya benefit yang diterima masyarakat, taman nasional akan sulit menjadi sustainable,” kata Satyawan.
Pemerintah juga mengembangkan skema pendanaan melalui Badan Pengelola Dana Lingkungan Hidup dengan instrumen e-bio fund. Selain itu, keterlibatan sektor swasta diperkuat melalui program konservasi spesies dan peluang pembiayaan dari perdagangan karbon.
Utusan Khusus Presiden Bidang Iklim dan Energi Hashim Djojohadikusumo menegaskan inovasi pembiayaan tidak menggeser fungsi utama konservasi. “Ecology before tourism. Tourism untuk mendukung ecology,” kata Hashim.
Sebanyak 13 taman nasional ditetapkan sebagai proyek percontohan implementasi skema pembiayaan baru. Selain itu, dua lanskap prioritas juga menjadi fokus pengembangan untuk menguji model konservasi berbasis pendanaan inovatif.

2 hours ago
3

















































