Arus Mudik Membeludak, One Way Lokal Kalikangkung–Bawen Diberlakukan

2 hours ago 2

Kendaraan memasuki Gerbang Tol (GT) Kalikangkung di Semarang, Jawa Tengah, Selasa (17/3/2026). Berdasarkan data sementara Pos Pengamanan (Pospam) Gerbang Tol Kalikangkung, jumlah kendaraan arus mudik di Tol Trans Jawa ruas Semarang-Batang dari arah Jakarta yang memasuki Gerbang Tol Kalikangkung menuju sejumlah wilayah di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada H-3 Lebaran hingga pukul 17.00 WIB mencapai sekitar 21.329 kendaraan, sehingga pihak Jasa Marga Semarang-Batang melakukan pembukaan gerbang tol secara bertahap untuk mengurai kepadatan lalu lintas kendaraan.

REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG — Lonjakan kendaraan di Gerbang Tol Kalikangkung tembus lebih dari 3.000 unit per jam. Polisi langsung menerapkan rekayasa lalu lintas one way lokal hingga Simpang Susun Bawen.

Ditlantas Polda Jawa Tengah memberlakukan sistem satu arah dari KM 414 hingga KM 442 pada Rabu (18/3/2026). Langkah ini diambil untuk mengurai kepadatan arus mudik yang meningkat signifikan.

Kapospam Kalikangkung AKP Dimas mengatakan, one way nasional lebih dulu diterapkan di Tol Trans Jawa dari GT Cikampek Utama KM 70 hingga GT Kalikangkung KM 414.

“Pukul 16.45 WIB, untuk one way diperpanjang, yakni one way lokal dari Kalikangkung KM 414 diperpanjang sampai dengan Simpang Susun Bawen di KM 442,” kata Dimas.

Dimas menjelaskan, kebijakan one way lokal dipicu lonjakan volume kendaraan yang melintas di GT Kalikangkung. Dalam catatan terbaru, arus kendaraan sempat mencapai 4.200 unit per jam.

“Karena arus (kendaraan) per jam saat ini terakhir mencapai sekitar 4.200 per jam, dan rata-rata per jam adalah 3.000 ke atas, sehingga ini menjadi indikator untuk pelaksanaan one way,” kata Dimas.

Berdasarkan data, sejak pukul 06.00 hingga 17.00 WIB, sebanyak 36.372 kendaraan telah melintas menuju arah Semarang dan Solo. Kondisi ini menunjukkan peningkatan signifikan dibanding hari biasa.

Dimas mengatakan, durasi penerapan one way lokal masih bersifat situasional dan bergantung pada kondisi di lapangan.

“Terkait sampai kapannya, kami melihat situasi dan menunggu instruksi lebih lanjut, karena sifatnya situasional, melihat situasi di lapangan seperti apa,” kata Dimas.

Meski volume kendaraan meningkat, pengelola memastikan antrean transaksi di gerbang tol masih terkendali. Saat ini, sebanyak 21 gardu dioperasikan untuk melayani arus kendaraan.

“Saat ini gerbang utama dibuka 12 gardu, ditambah gardu satelit atau tambahan itu sebanyak sembilan. Jadi total ada sekitar 21 gardu,” kata Dimas.

Read Entire Article
Food |