Babak Baru Ketegangan Taylor Swift dan Donald Trump

7 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Sejumlah lagu Taylor Swift telah dihapus dari video media sosial yang diunggah oleh tim kampanye Donald Trump dan Gedung Putih. Penghapusan tersebut memicu kembali perseteruan politik yang telah lama berlangsung antara sang bintang pop dan Presiden AS itu.

Dalam beberapa waktu terakhir, tim kampanye Trump dan Gedung Putih menggunakan beberapa lagu Swift sebagai latar video TikTok. Lagu-lagu yang dipakai berasal dari berbagai periode karier Swift termasuk, salah satunya track tahun 2020 "August".

Lagu dari album Folklore tersebut digunakan dalam video Team Trump, yang memperlihatkan Trump dan Ibu Negara Melania Trump sedang menyaksikan kembang api. Penggunaan lagu itu tampaknya sengaja dibuat provokatif. Dalam caption, akun Team Trump menandai Swift dan menyatakan bahwa sang penyanyi akan senang musiknya digunakan dalam video tersebut.

Namun, audio "August" kemudian menghilang dari video itu. Video tersebut kini tidak lagi menggunakan lagu Swift dan menampilkan pemberitahuan terkait ketersediaan audio.

Lagu-lagu Swift lainnya, termasuk "Father Figure" dan "Opalite", juga telah dihapus dari video TikTok yang berkaitan dengan Trump. Beberapa lagu lain juga menghilang dari unggahan Gedung Putih maupun tim kampanye Trump, demikian dilansir laman ABC, Selasa (11/8/2026).

Pada sejumlah video yang terdampak, TikTok menampilkan pemberitahuan bahwa musik tersebut tidak tersedia karena adanya klaim hak cipta atau karena musik telah dibuat tidak tersedia oleh pemilik hak cipta. Hingga berita ini ditulis, baik Swift maupun Gedung Putih belum memberikan komentar mengenai persoalan tersebut.

Penghapusan musik tersebut kembali menjadi sorotan karena hubungan politik antara Swift dan Trump memang telah lama diwarnai perselisihan. Trump dikenal kerap menggunakan lagu-lagu populer untuk membangun suasana dalam kegiatan politiknya. Di sisi lain, Swift secara terbuka telah menyatakan penolakannya terhadap Trump dan semakin aktif menyampaikan pandangan politiknya dalam beberapa tahun terakhir.

Hubungan keduanya semakin tegang menjelang pemilu presiden 2024. Trump pada saat itu membagikan gambar-gambar yang dibuat menggunakan kecerdasan buatan (Al) yang secara keliru memberikan kesan bahwa Swift dan sebagian penggemarnya mendukung dirinya. Swift kemudian menyebut gambar palsu tersebut sebagai salah satu alasan yang mendorongnya untuk secara terbuka menyatakan pilihan politiknya.

Swift akhirnya memberikan dukungan kepada Kamala Harris, yang saat itu merupakan wakil presiden dan kandidat Partai Demokrat dalam pemilu 2024. Dukungan tersebut memicu reaksi keras dari Trump. Trump kemudian menulis di media sosial, "Saya benci Taylor Swift".

Pada tahun 2025, Trump kembali menyerang Swift dengan menulis, "Apakah ada yang menyadari bahwa sejak saya bilang 'Saya benci Taylor Swift, dia tidak lagi terlihat seksi?".

Read Entire Article
Food |