Presiden Prabowo Subianto berfoto bersama CEO Baykar Haluk Bayraktar dan CTO Baykar Selcuk Bayraktar.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Industri pertahanan Turki semakin agresif mengembangkan sistem otonom sekaligus memperluas penetrasi ke pasar negara-negara Teluk yang dinilai memiliki kebutuhan tinggi terhadap teknologi pertahanan modern.
Dalam pameran pertahanan SAHA Expo Mei 2026 di Istanbul, sejumlah perusahaan pertahanan Turki memamerkan berbagai platform tanpa awak, mulai dari drone udara, kendaraan darat otonom, hingga sistem pertahanan udara dan anti-drone. Langkah tersebut mencerminkan strategi Ankara untuk memperkuat posisinya sebagai salah satu pemain utama di pasar persenjataan global.
Perusahaan-perusahaan pertahanan Turki menilai meningkatnya ketegangan keamanan di Timur Tengah telah mendorong minat negara-negara Teluk terhadap sistem pertahanan udara dan teknologi otonom. Ancaman serangan drone dan rudal dalam beberapa tahun terakhir disebut menjadi salah satu faktor utama yang memicu peningkatan permintaan.
"Kami menerima sejumlah permintaan dari pemerintah setelah perkembangan terakhir yang terjadi," kata Murat Kurtulus dari perusahaan pertahanan Roketsan, seperti dikutip Breaking Defense.
Selain menawarkan produk pertahanan, perusahaan-perusahaan Turki juga mengedepankan skema kerja sama yang mencakup transfer teknologi dan pembangunan kemampuan produksi lokal di negara pembeli. Pendekatan tersebut dinilai menjadi salah satu keunggulan utama Turki dibanding sejumlah pemasok senjata lainnya.
"Kami sangat terbuka untuk membangun kolaborasi seperti itu dengan negara lain. Sebagai perusahaan, kami sangat menyambut pengembangan infrastruktur semacam ini," ujar Kurtulus.
Tren serupa juga terlihat di perusahaan pertahanan MKE yang menyatakan siap mendukung pembangunan fasilitas produksi di negara mitra. Menurut perusahaan itu, kerja sama tidak hanya terbatas pada penjualan produk jadi, tetapi juga mencakup transfer pengetahuan dan kemampuan manufaktur.
"Ketika kami menawarkan transfer teknologi, pada dasarnya kami menyerahkan fasilitas siap pakai. Setelah pekerjaan kami selesai, pelanggan kami dapat memproduksi produk tersebut sendiri," kata perwakilan MKE.
Di sisi lain, industri pertahanan Turki juga semakin menaruh perhatian pada pengembangan teknologi otonom dan kecerdasan buatan. Berbagai platform tanpa awak yang dipamerkan menunjukkan arah baru pengembangan militer Turki yang mengandalkan integrasi sistem digital, sensor canggih, dan kemampuan operasi mandiri.
Pengembangan tersebut sejalan dengan ambisi Ankara untuk mengurangi ketergantungan pada teknologi impor sekaligus meningkatkan daya saing produk pertahanan nasional di pasar internasional.

12 hours ago
8













































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5499312/original/081206000_1770782561-Depositphotos_132132754_XL.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509321/original/086615600_1771679962-SnapInsta.to_630114161_18162147202417018_2870114530835891224_n__1_.jpg)
