Eks PM Ukraina: Putin Agen KGB, Jangan Remehkan, Dia akan Terus Eskalasi

12 hours ago 9

Eks Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Mantan Perdana Menteri Ukraina Arseniy Yatsenyuk menilai Presiden Rusia Vladimir Putin akan terus meningkatkan eskalasi dalam konflik yang berlangsung antara Rusia dan Ukraina. Dalam wawancara dengan Euronews, Yatsenyuk mengatakan Putin tidak boleh diremehkan dan menilai pemimpin Rusia itu memiliki strategi jangka panjang dalam menghadapi tekanan internasional.

“Tolong jangan remehkan penjahat perang ini. Dia bukan orang bodoh. Dia adalah agen KGB,” kata Yatsenyuk ketika ditanya mengenai Putin dan kemungkinan penunjukan utusan khusus Uni Eropa untuk melakukan pembicaraan langsung dengan Kremlin.

Yatsenyuk mengingatkan bahwa sebelum konflik berskala penuh pecah pada 2022, Rusia telah mencaplok Krimea dan mendukung kelompok separatis di wilayah Donbas. Menurutnya, langkah-langkah tersebut menunjukkan pola kebijakan yang konsisten dari Moskow.

"Kemudian ia melancarkan perang terbuka dan besar-besaran, dan praktis sangat gembira dengan gagasan merebut Kyiv dalam tiga hari. Pada akhirnya, ia kehilangan sekitar 1,5 juta tentara Rusia," jelasnya sebagaimana dilaporkan Euro News pada Kamis (28/5/2026).

Yatsenyuk juga menilai tekanan ekonomi terhadap Rusia semakin meningkat. Ia mengklaim muncul berbagai spekulasi mengenai pilihan yang tersedia bagi Kremlin dalam menghadapi situasi tersebut.

"Mengingat ekonomi Rusia semakin merasakan dampaknya dan sekarang sedang jatuh bebas, ada sejumlah desas-desus bahkan di Rusia tentang apa jalan keluar terbaik bagi Putin."

Menurut Yatsenyuk, kondisi tersebut membuat Putin cenderung memilih peningkatan tekanan dan eskalasi sebagai bagian dari strategi politiknya.

"Ini tentang kelangsungan hidup fisik Putin sebagai pribadi dan kelangsungan hidup politiknya sebagai Presiden Rusia. Itulah mengapa dia akan meningkatkan eskalasi."

Soroti Peran China

Dalam wawancara itu, Yatsenyuk juga menyinggung posisi China dalam konflik Rusia-Ukraina. Ia berpendapat bahwa Beijing memiliki pengaruh penting terhadap Moskow dan tidak dapat dipisahkan dari dinamika geopolitik yang berkembang saat ini.

“Warga Eropa harus memahami bahwa perang ini bukan hanya tentang Ukraina dan bukan hanya tentang Putin, tetapi tentang semua poros kejahatan di bawah naungan China,” kata Yatsenyuk.

Read Entire Article
Food |