Baru Tiga Tahun Menjabat, Presiden Bangladesh Mundur karena Sakit

4 hours ago 8

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Presiden Bangladesh Mohammed Shahabuddin mengundurkan diri pada Jumat (24/7/2026) dengan alasan kondisi kesehatan yang memburuk. Ketua Jatiya Sangsad atau parlemen nasional Bangladesh, Hafiz Uddin Ahmad, langsung mengambil alih tugas sebagai penjabat presiden sampai kepala negara baru terpilih.

Shahabuddin mengakhiri masa jabatannya setelah memimpin selama tepat tiga tahun tiga bulan. Ia dilantik pada 24 April 2023 dan seharusnya menjabat selama lima tahun hingga April 2028. Dengan demikian, politikus berusia 76 tahun itu meninggalkan kursi kepresidenan sekitar 21 bulan sebelum mandatnya berakhir.

Hafiz mengumumkan pengunduran diri Shahabuddin dalam konferensi pers di kompleks parlemen di Dhaka, Jumat petang. Surat pengunduran diri yang ditandatangani Shahabuddin diterima parlemen pada pukul 17.01 waktu setempat.

“Setelah menerima pengunduran diri tersebut, saya telah mengambil alih tanggung jawab presiden sesuai dengan Pasal 54 konstitusi,” kata Hafiz, seperti dilaporkan kantor berita resmi Bangladesh, BSS.

Pasal 54 Konstitusi Bangladesh mengatur ketua parlemen menjalankan fungsi presiden apabila jabatan kepala negara kosong atau presiden tidak mampu melaksanakan tugasnya. Hafiz akan menjalankan tugas tersebut hingga parlemen memilih presiden baru.

Dalam surat pengunduran dirinya, Shahabuddin mengatakan telah lama menderita penyakit jantung, tekanan darah tinggi, diabetes, dan gangguan ginjal. Ia juga pernah menjalani operasi bypass jantung.

Pemeriksaan medis terbaru menunjukkan Shahabuddin menderita neuropati otonom, yakni gangguan pada saraf yang mengendalikan fungsi tubuh yang bekerja secara otomatis. Menurut Shahabuddin, kondisi tersebut menyebabkannya sesekali kehilangan kesadaran dalam waktu singkat.

“Akibat perkembangan penyakit-penyakit tersebut serta ketidakmampuan fisik dan mental yang ditimbulkannya, saya tidak lagi dapat menjalankan tanggung jawab jabatan konstitusional penting sebagai presiden,” tulis Shahabuddin dalam surat pengunduran dirinya. Ia mengatakan membutuhkan perawatan medis jangka panjang.

Reuters melaporkan Shahabuddin telah mendapatkan perawatan di Combined Military Hospital selama dua hari sebelum pengunduran dirinya. Namun, kepergiannya dari istana kepresidenan juga terjadi di tengah tekanan politik akibat kedekatannya dengan mantan Perdana Menteri Sheikh Hasina.

Read Entire Article
Food |