BCA Catat Kredit Hijau Tumbuh 7,7 Persen, EBT Jadi Pendorong Utama

2 weeks ago 34

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong (tengah) memberikan sambutan saat peluncuran Ocean by BCA di Jakarta, Rabu (11/2/2026). Ocean by BCA merupakan portal bisnis digital terintegrasi untuk membantu pelaku usaha mengelola kebutuhan bisnis jadi lebih mudah dan efisien. Ocean by BCA memungkinkan pelaku usaha mengakses insight & berita industri terkini, dasbor bisnis terintegrasi, rekomendasi solusi dan akses langsung ke e-channel, serta help center dari satu platform.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- PT Bank Central Asia Tbk (BCA) mencatat pertumbuhan kredit hijau (green financing) sebesar 7,7 persen secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp113 triliun per Maret 2026, didorong antara lain oleh pembiayaan sektor energi baru dan terbarukan (EBT) yang meningkat 53,5 persen yoy.

Presiden Direktur BCA Hendra Lembong menyampaikan, pertumbuhan kredit hijau tersebut menjadi bagian dari kinerja pembiayaan berkelanjutan perseroan yang naik 10 persen yoy menjadi Rp258,4 triliun, atau setara 26 persen dari total portofolio pembiayaan BCA.

Secara keseluruhan, penyaluran kredit BCA tumbuh 5,6 persen yoy menjadi Rp994 triliun per Maret 2026. Penyaluran kredit didominasi pembiayaan produktif yang mencapai Rp760,2 triliun atau meningkat 7,8 persen yoy.

Selain pembiayaan berkelanjutan, pembiayaan UMKM juga tumbuh 12 persen yoy dengan outstanding mencapai Rp146 triliun.

Hendra mengatakan, penyaluran kredit tersebut ditopang oleh pendanaan perseroan yang solid, dengan dana giro dan tabungan (CASA) mencapai Rp1,09 kuadriliun atau naik 11,2 persen yoy. Porsi CASA tercatat mendominasi sekitar 85,2 persen dari total Dana Pihak Ketiga (DPK).

Didukung pertumbuhan kredit dan pendanaan tersebut, laba perseroan dan anak usaha meningkat 4,3 persen yoy menjadi Rp14,7 triliun pada kuartal I 2026.

BCA juga kembali masuk dalam daftar World’s Best Bank versi Forbes dan menempati peringkat pertama di Indonesia. Forbes melakukan survei terhadap 54 ribu responden dari 34 negara dengan menilai aspek kepercayaan terhadap bank, syarat dan ketentuan, layanan pelanggan, layanan digital, serta kualitas pengelolaan keuangan.

sumber : ANTARA

Read Entire Article
Food |