BEI dan OJK Papua Perkuat Literasi Investasi untuk Ketahanan Usaha Konsultan

5 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, JAYAPURA, – Bursa Efek Indonesia (BEI) Kantor Perwakilan Papua bersama Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan Dewan Pengurus Provinsi Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO) Papua berkolaborasi memperluas literasi investasi. Langkah ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman mengenai strategi investasi dan pengelolaan keuangan perusahaan guna memperkuat ketahanan usaha para konsultan di wilayah tersebut.

Kepala Kantor Perwakilan BEI Papua, Kresna A. Payokwa di Jayapura, Jumat, menekankan bahwa perusahaan konsultan memerlukan strategi pengelolaan keuangan yang matang. Hal ini penting agar mereka mampu menghadapi berbagai tantangan usaha, seperti ketergantungan pada proyek pemerintah, keterlambatan pembayaran, fluktuasi arus kas, hingga kenaikan biaya operasional.

"Untuk itu kami bersama OJK Papua memberikan langkah strategis untuk memperluas literasi keuangan dan mendorong pengelolaan keuangan perusahaan yang lebih terencana, bijak, dan bertanggung jawab," ujar Kresna usai kegiatan di Kota Jayapura, Jumat.

Pemisahan Dana dan Instrumen Investasi

Dalam edukasi tersebut, perusahaan didorong untuk memisahkan dana operasional, dana darurat, dan dana investasi. Menurut Kresna, pemisahan ini memungkinkan pengelolaan keuangan dilakukan secara lebih terukur sesuai dengan tujuan, jangka waktu, dan profil risiko masing-masing perusahaan.

"Oleh sebab itu melalui edukasi tersebut kami memperkenalkan berbagai instrumen investasi di pasar modal," jelasnya. Instrumen yang diperkenalkan meliputi reksa dana, obligasi negara, obligasi korporasi, exchange traded fund (ETF), dan saham. Pemahaman mengenai hubungan antara risiko dan potensi imbal hasil juga menjadi fokus utama.

Hindari Keputusan Investasi Berisiko

Selain pengenalan instrumen, perusahaan juga diingatkan untuk tidak menggunakan dana operasional bagi investasi berisiko tinggi. Mereka diminta untuk tidak mengambil keputusan investasi hanya karena mengikuti tren sesaat. Penerapan diversifikasi investasi sangat ditekankan sebagai strategi untuk meminimalkan risiko kerugian.

"Kami berharap kolaborasi seperti ini dapat terus berlanjut sehingga semakin banyak pelaku usaha di Papua yang memahami pentingnya pengelolaan keuangan dan investasi secara legal, aman, dan sesuai profil risiko," kata Kresna.

Sementara itu, Ketua DPP INKINDO Papua, Novisca M. Anditiaman, menyambut baik kegiatan ini. Ia menilai edukasi tersebut merupakan hal yang krusial bagi para anggota INKINDO dalam memperkuat kapasitas serta ketahanan keuangan perusahaan.

“Kami berharap BEI, OJK Papua, dan para pemangku kepentingan dapat terus memberikan edukasi serta pendampingan mengenai pengelolaan keuangan dan investasi yang legal, aman, serta sesuai profil risiko,” ujar Novisca.

Konten ini diolah dengan bantuan AI.

sumber : antara

Read Entire Article
Food |