Ben Gvir Kembali Nodai al-Aqsa

11 hours ago 8

Politikus sayap kanan Israel Itamar ben Gvir menerobos Kompleks Masjid al-Aqsa, Kamis (14/5/2026).

REPUBLIKA.CO.ID, YERUSALEM — Menteri Keamanan Nasional Israel yang dikenal berhaluan kanan ekstrem, Itamar Ben-Gvir, menyerbu kompleks Masjid Al-Aqsa pada Kamis petang di bawah pengawalan ketat aparat keamanan Israel.

Kantor berita WAFA menyebut Ben-Gvir mengibarkan bendera Israel di dalam kompleks Al-Aqsa serta melakukan tindakan dan tarian provokatif saat memasuki kawasan tersebut. Aksi itu berlangsung bersamaan dengan meningkatnya serbuan pemukim Israel ke kompleks masjid dalam peringatan yang mereka sebut sebagai “Hari Yerusalem”.

Di saat bersamaan, pasukan Israel menutup kawasan Bab al-Sahira di Yerusalem Timur yang diduduki dengan pengerahan besar polisi menjelang pawai bendera Israel di Kota Tua.

Para pemukim juga terlihat melakukan tarian dan aksi provokatif di lingkungan permukiman serta pasar-pasar kota sebelum pawai dimulai.

Ribuan pemukim Israel pada Kamis malam mengikuti “Flag March” atau Pawai Bendera yang dinilai provokatif. Massa menyerbu kawasan Gerbang Damaskus, salah satu pintu utama menuju Kota Tua Yerusalem, di bawah perlindungan ketat polisi Israel.

Pawai itu dihadiri sejumlah menteri dan anggota Knesset dari koalisi pemerintahan Israel, termasuk Ben-Gvir dan Menteri Keuangan Bezalel Smotrich. Sejumlah pejabat polisi, militer, dan politikus ekstrem kanan Israel juga turut hadir.

Para peserta mengibarkan bendera Israel serta membawa spanduk bernada rasis yang menyerukan kematian bagi warga Arab dan ancaman pembangunan “kuil” Yahudi di lokasi Masjid Al-Aqsa.

Menurut saksi mata, para pemukim menyerang sejumlah warga Palestina dan jurnalis di lokasi dengan meludahi, melontarkan hinaan verbal, serta menari sambil mengibarkan bendera Israel.

Pasukan Israel juga menempatkan penembak jitu di tembok sekitar Gerbang Damaskus dan menyebar besar-besaran di jalan-jalan Yerusalem serta gang-gang Kota Tua. Warga menyebut kawasan itu berubah menjadi zona militer dengan dalih pengamanan pawai.

Polisi Israel turut membatasi pergerakan warga Palestina di Kota Tua dan memaksa pemilik toko menutup usaha mereka demi memberikan ruang bagi peserta pawai.

Read Entire Article
Food |