Benih Nila Merah Sulteng Perkuat Ekonomi Warga Sigi

9 hours ago 9

Pekerja menangkap ikan nila.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tengah menyalurkan bantuan benih ikan nila merah kepada kelompok pembudidaya dan kelompok masyarakat di Kabupaten Sigi. Program tersebut diarahkan untuk memperkuat kemandirian ekonomi masyarakat melalui pengembangan perikanan air tawar.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sulawesi Tengah Yopie Patiro mengatakan bantuan diberikan kepada 10 kelompok penerima. Mereka terdiri atas empat kelompok pembudidaya ikan dan enam kelompok masyarakat.

"Untuk bantuan benih ini didistribusikan dengan takaran 200 ekor benih per kantong untuk masing-masing kelompok penerima dengan total 2.000 benih ikan yang diberikan kepada masyarakat," kata Yopie di Sigi, Sabtu.

Penyaluran benih tersebut menjadi salah satu upaya pemerintah daerah mendorong masyarakat mengembangkan sumber pendapatan produktif di tingkat lokal. Budi daya ikan air tawar dinilai dapat dikembangkan masyarakat dengan memanfaatkan sarana yang telah tersedia.

Yopie mengatakan Kabupaten Sigi dipilih sebagai salah satu pusat penyaluran dan distribusi bantuan benih ikan air tawar karena memiliki cukup banyak fasilitas unit pembenihan rakyat. Keberadaan fasilitas tersebut dinilai dapat mendukung pengembangan kegiatan budi daya secara lebih berkelanjutan.

Selain ketersediaan fasilitas, pemilihan jenis ikan juga menjadi perhatian pemerintah. Nila merah dipilih dengan mempertimbangkan kemampuan masyarakat dalam melakukan pemeliharaan hingga ikan mencapai ukuran konsumsi.

"Untuk pemilihan benih ikan nila merah ini dengan mempertimbangkan efisiensi biaya dan kemudahan pemeliharaan serta perawatannya sehingga dapat dijangkau oleh masyarakat," ujar Yopie.

Menurut dia, proses budi daya ikan nila merah relatif singkat. Dari masa penebaran benih hingga siap dipanen membutuhkan waktu sekitar empat bulan.

Siklus produksi yang relatif pendek tersebut diharapkan membuat kelompok penerima bantuan lebih cepat memperoleh hasil dari kegiatan budi daya. Setelah panen, kegiatan tersebut diharapkan dapat dilanjutkan sehingga tidak berhenti hanya pada bantuan benih tahap awal.

Program itu juga diarahkan agar kelompok masyarakat semakin terbiasa mengelola usaha perikanan secara mandiri. Bantuan benih menjadi titik awal, sedangkan keberlanjutan usaha bergantung pada pengelolaan kolam, pemeliharaan ikan, pemberian pakan, hingga pengelolaan hasil panen.

Karena itu, Pemprov Sulteng tidak hanya memberikan benih kepada masyarakat. Pemerintah juga melibatkan tenaga penyuluh untuk mendampingi kelompok penerima selama proses budi daya berlangsung.

sumber : Antara

Read Entire Article
Food |