Ilustrasi pemuda merakit bom.
REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Pemuda asal Desa Ciwaruga, Kecamatan Parongpong, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat berinisial MSA (25 tahun) ditangkap polisi karena diketahui merakit serta melakukan uji coba bahan peledak. Dia ditangkap di rumahnya pada Jumat (11/9/2026).
Hasil penggeledahan di rumahnya, MSA memiliki senjata api dan bahan peledak alias bom. Selain meracik bahan peledak, tersangka teridentifikasi menjadi partisipan aktif dalam grup WhatsApp bernama True Crime Community.
Republika pun mencoba menelusuri kediaman tersangka pada Jumat (18/9/2026). Rumah dua lantai yang dihuni kedua orang tua tersangka bersama adik-adiknya itu tertutup rapat. Detik-detik penangkapan itupun diceritakan Endang Supriatna, warga setempat.
"Jadi polisi sudah beberapa kali datang ke rumah saya, dari sebulan sebelumnya. Menyampaikan bahwa akan mengamankan MSA. Kemudian tanggal 11, akhirnya polisi datang ke rumah itu dan mengamankan MSA yang merupakan warga kami," kata Endang.
Saat penggeledahan, Endang tak masuk ke dalam dan hanya menunggu di luar rumah. Namun sepengetahuannya, polisi cukup lama menggeledah rumah itu terutama di lantai dua tempat yang dijadikan sebagai markas kegiatan ilegal MSA.
Namun Endang menyaksikan beberapa barang hasil penyitaan yang sempat diamparkan di pelataran masjid kampung tersebut. Mulai dari senjata, buku, dan barang-barang lain berkaitan dengan kegiatan MSA yang mengancam keamanan umum.
"Tapi polisi sempat amparkan si barang bukti yang disita di pelataran masjid dan saya menyaksikan. Itu ada bom panci, terus peluru ada, ada senjata laras panjang tapi batangnya saja, anak anak panah," kata Endang.
Endang tak menampik kedatangan polisi mengamankan MSA terkait aksi teror hingga perakitan bom membuat warga heboh dan resah. Desas desus soal MSA dan keluarganya masih kencang dari mulut ke mulut.
"Ya pastinya heboh, apalagi di sini enggak pernah ada kejadian seperti ini. Tapi sekarang sudah mulai agak reda isu soal penggerebekan itu. Ya warga khawatir tapi enggak terlalu dipikirkan mungkin ya," kata Endang.

4 hours ago
5















































