REPUBLIKA.CO.ID, INDRAMAYU -- Pengurus Wilayah Himpunan Pendidik dan Tenaga Kependidikan Anak Usia Dini Indonesia (Himpaudi) Provinsi Jawa Barat mendesak Pemerintah Kabupaten Indramayu segera mencairkan insentif bagi para guru PAUD. Apalagi, dana insentif itu diketahui sudah dialokasikan melalui APBD Tahun Anggaran 2026.
Ketua Himpaudi Wilayah Jawa Barat, Widiasih Yogasara, menjelaskan, anggaran insentif bagı guru-guru PAUD merupakan bentuk kepedulian pemerintah di daerah terhadap pendidikan anak usia dini. Karena itu, ia prihatin dengan kondisi yang dialami para guru PAUD di Kabupaten Indramayu.
"Kami mendengar Himpaudi Kabupaten Indramayu anggarannya belum cair. Kami merasa prihatin,” ujar Widiasih, Jumat (18/9/2026).
Menurut Widiasih, hampir semua kabupaten/kota di Jawa Barat sudah mengalokasikan anggaran tersebut. Ia pun mengapresiasi para kepala daerah yang sudah mencairkan anggaran itu.
"Kepada bupati dan walikota di Jawa Barat yang sudah mengalokasikan dan mencairkan anggaran insentifnya, di-haturkan terima kasih. Ini adalah bentuk penghormatan kepada guru-guru PAUD yang merupakan bagıan yang tidak dapat dipisahkan dalam sistem pendidikan nasional kita," tuturnya.
Widiasih mengatakan, pihaknya tidak pernah berhenti untuk memperjuangkan nasib guru-guru PAUD. Apalagi, hingga saat ini mereka belum diakui sebagai guru dalam Undang Undang Sisdiknas.
"Kita selalu perjuangkan nasib guru-guru PAUD ini agar mereka sejajar dengan guru yang lainnya. Artinya, UU Sisdiknasnya harus diajukan kembali untuk ditinjau ulang," kata Widiasih.
Sementara itu, Ketua Himpaudi Kabupaten Indramayu, Umiyati, membenarkan bahwa seluruh guru PAUD yang tergabung dalam Himpaudi Kabupaten Indramayu belum mendapatkan alokasi anggaran insentif. Padahal, anggaran itu sebelumnya sudah disepakati bersama antara eksekutif dan legislatif.
"Kami dari Himpaudi sudah mengkonsultasikan kepada pihak legislatif maupun eksekutif terkait anggaran tersebut. Hanya saja, kita ini selalu di pingpong dan mengarah pada ketidakjelasan," terang Umyati.
Jika dibandingkan dengan kabupaten dan kota lainnya di Jawa Barat, Umyati menyatakan, hanya guru PAUD di Kabupaten Indramayu yang belum menerima insentif tersebut. Padahal, dana insentif itu sangat mereka butuhkan.
"Miris. Sebenarnya ada tidak sih perhatian pemerintah daerah di Kabupaten Indramayu terhadap guru-guru PAUD yang mendidik anak-anak Indramayu sejak usia dini," tukasnya.

7 hours ago
8














































