REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Teknologi pesawat tempur siluman modern pertama kali dikembangkan Amerika Serikat melalui program seperti F-117 Nighthawk, kemudian disempurnakan pada B-2 Spirit, F-22 Raptor, hingga F-35 Lightning II. Kini, prinsip yang sama diterapkan China pada J-20 Mighty Dragon, pesawat tempur generasi kelima yang dirancang untuk memperkecil peluang terdeteksi radar dan meningkatkan kemampuan bertahan di wilayah pertahanan lawan.
Meski sering disebut sebagai salah satu pesawat tempur siluman tercanggih di dunia, hingga kini pemerintah China tidak pernah memublikasikan secara resmi nilai radar cross-section (RCS) atau luas penampang radar J-20. Karena itu, seluruh angka mengenai tingkat siluman pesawat tersebut yang beredar di ruang publik merupakan estimasi dari lembaga seperti Janes, Center for Strategic and International Studies (CSIS), maupun penilaian Departemen Pertahanan Amerika Serikat (Pentagon), bukan spesifikasi resmi yang dirilis Beijing.
Pada dasarnya, J-20 tidak menggunakan konsep siluman yang benar-benar baru. Para analis pertahanan menilai pesawat ini mengadopsi prinsip low observable yang juga digunakan F-22 dan F-35, yakni meminimalkan pantulan gelombang radar melalui kombinasi desain aerodinamis, material khusus, serta penempatan persenjataan di dalam badan pesawat.
Desain badan J-20 dibuat dengan sudut-sudut tertentu sehingga gelombang radar dipantulkan ke arah lain, bukan kembali ke antena radar. Badannya juga dilapisi radar-absorbent material (RAM) atau material penyerap gelombang radar yang membantu mengurangi pantulan sinyal. Selain itu, rudal dan persenjataan utama ditempatkan di dalam ruang senjata internal, bukan digantung di bawah sayap, sehingga jejak radar tetap kecil selama menjalankan misi. Konsep tersebut mengikuti filosofi desain yang sama dengan pesawat siluman generasi kelima milik Amerika Serikat.
Teknologi siluman dirancang untuk mengurangi peluang deteksi, memperkecil jarak deteksi, serta memperlambat proses penguncian sasaran, bukan menghilangkan jejak radar sepenuhnya. Kemampuan mendeteksi pesawat siluman juga sangat bergantung pada jenis radar, frekuensi yang digunakan, hingga integrasi jaringan sensor.
Sebagai contoh, pesawat peringatan dini E-3 Sentry milik Amerika Serikat masih menggunakan radar AN/APY-1 atau AN/APY-2 yang dikembangkan sejak era Perang Dingin. Sementara itu, pesawat tempur F-35 Lightning II telah dibekali radar AN/APG-81 Active Electronically Scanned Array (AESA) yang jauh lebih modern dan memiliki kemampuan lebih baik dalam mendeteksi sasaran berpenampang radar kecil. Karena itu, kemampuan radar Amerika Serikat tidak dapat digeneralisasi hanya berdasarkan satu sistem radar tertentu.
Dalam beberapa analisis, radar AESA terbaru China yang dipasang pada pesawat seperti J-15B dan J-16 juga dinilai mengalami kemajuan pesat. Namun, sejumlah analis Barat menyebut kemampuan sensor fusion, pemrosesan data, dan integrasi sistem pada F-35 masih menjadi salah satu standar tertinggi dalam teknologi tempur udara modern.
Dari sisi performa, J-20 diperkirakan mampu melesat hingga sekitar Mach 2, sebagaimana dilaporkan CSIS dan sejumlah publikasi pertahanan Barat. Pesawat ini saat ini diyakini menggunakan mesin WS-10C, sedangkan mesin WS-15 tengah dipersiapkan untuk memberikan kemampuan supercruise, yaitu terbang melampaui kecepatan suara tanpa menggunakan afterburner.

4 hours ago
2
































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5522741/original/006886600_1772775055-8591.jpg)





:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5509281/original/071189200_1771674324-pexels-cottonbro-5712686.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5524652/original/016596800_1772963486-Foto_1.jpg)

:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5518113/original/047179400_1772464159-WhatsApp_Image_2026-03-02_at_18.43.33.jpeg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5532552/original/024344100_1773655185-pexels-undo-kim-2153633398-34628051.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5527962/original/042466100_1773221151-pexels-pixabay-248509.jpg)
