BPS: Inflasi Meningkat Akibat BBM Nonsubsidi, Kontribusinya Hampir Sesuai Proyeksi BI

11 hours ago 8

Petugas melayani pengisian bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di salah satu SPBU di Jakarta, Rabu (10/6/2026). Pertamina Patra Niaga melakukan penyesuaian harga jual BBM nonsubsidi jenis Pertamax (RON 92) dari Rp12.300 per liter naik menjadi Rp16.250 per liter dan Pertamax Green 95 (RON 95) dari Rp12.900 per liter naik menjadi Rp17.000 per liter yang berlaku per 10 Juni.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Tingkat inflasi Indonesia mengalami lonjakan pada Juni 2026 sebesar 3,34 persen secara tahunan/ year on year (yoy), mendekati level teratas target pemerintah di kisaran 2,5 persen plus minus 1 persen. Kenaikan harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi pada Juni 2026 memberi kontribusi yang cukup besar dalam mengerek tingkat inflasi. 

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Juni 2026 secara bulanan atau month to month (mtm) mencapai sebesar 0,04 persen. Secara tahunan, inflasi mencapai 3,34 persen (yoy), dan secara tahun kalender atau year to date (ytd) inflasi tercatat sebesar 1,79 persen. 

“Ada beberapa catatan peristiwa penting yang dapat berpengaruh terhadap indikator harga, khususnya sepanjang Juni 2026, yang pertama, terkait dengan BBM non-subsidi yang mengalami perubahan harga sebanyak dua kali pada Juni 2026,” ujar Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono dalam konferensi pers di Kantor BPS, Jakarta, Rabu (1/7/2026).

Kenaikan harga BBM non-subsidi diketahui terjadi dua kali, yakni pada 1 Juni 2026 dan 10 Juni 2026. Kenaikan harga pada Pertamax Turbo atau Pertamax Ron 98 terjadi pada 1 Juni 2026 dari seharga Rp 19.900 per liter menjadi Rp 20.750 per liter. Sedangkan harga Pertamax Ron 92 melonjak per 10 Juni 2026 dari posisi sebelumnya sebesar Rp 12.300 per liter menjadi Rp 16.250 per liter. 

Ateng membeberkan, kelompok penyumbang inflasi pada Juni 2026 terbesar terjadi pada kelompok transportasi. Inflasi kelompok transportasi pada Juni 2026 mencapai sebesar 2,29 persen dengan andil inflasi sebesar 0,28 persen. 

Read Entire Article
Food |