Brand Teknologi Lokal Kian Kompetitif di Tengah Gempuran Global

3 hours ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Persaingan industri ritel teknologi di Indonesia menunjukkan pergeseran dalam beberapa tahun terakhir. Dominasi brand global yang sebelumnya kuat kini mulai diimbangi oleh kehadiran brand lokal yang dinilai semakin adaptif dan mampu menjawab kebutuhan pasar domestik.

Founder dan CEO JETE Indonesia, Jhonny Thio Doran, menilai perubahan ini mencerminkan transformasi struktur pasar yang lebih terbuka bagi pelaku dalam negeri. “Yang menentukan bukan hanya besar kecilnya brand, tetapi seberapa dekat brand tersebut hadir dalam kehidupan masyarakat,” ujar Jhonny.

Menurut dia, kedekatan dengan konsumen menjadi salah satu kekuatan utama brand lokal, selain kemampuan beradaptasi secara cepat di tengah dinamika pasar.

Kepercayaan masyarakat terhadap produk teknologi lokal pun disebut terus meningkat. Jika sebelumnya brand global lebih mendominasi pilihan, kini konsumen mulai memberikan ruang lebih besar kepada produk dalam negeri, seiring peningkatan kualitas dan layanan yang ditawarkan. “Ketika konsumen merasa menjadi bagian dari brand, mereka tidak lagi sekadar membeli produk. Ada rasa memiliki yang tumbuh, dan itu yang pada akhirnya membangun loyalitas yang lebih natural,” kata dia.

Selain itu, distribusi menjadi faktor kunci dalam memperkuat daya saing. Dengan kondisi geografis Indonesia yang luas, brand lokal dinilai memiliki keunggulan dalam menjangkau berbagai wilayah karena memahami karakter pasar di masing-masing daerah.

Di sisi lain, perubahan perilaku konsumen turut mendorong transformasi strategi bisnis. Konsumen kini tidak hanya mempertimbangkan harga, tetapi juga nilai dan relevansi produk dengan kebutuhan sehari-hari. “Sekarang konsumen mencari nilai dari apa yang mereka gunakan. Ketika nilai itu terasa, kepercayaan terhadap brand akan tumbuh dengan sendirinya,” ujar Jhonny.

Ia menambahkan, kemampuan bergerak cepat menjadi keunggulan lain brand lokal. Struktur organisasi yang relatif lebih sederhana membuat brand lokal lebih responsif dalam mengambil keputusan. “Bukan hanya soal cepat, tetapi bagaimana setiap langkah yang diambil bisa menjadi pembelajaran untuk terus menyesuaikan diri dengan kebutuhan pasar,” katanya.

Dengan penguatan di pasar domestik, peluang brand teknologi lokal untuk menembus pasar global dinilai semakin terbuka. Namun, kesiapan dari sisi sistem dan tata kelola tetap menjadi faktor penting sebelum melangkah lebih jauh. “Bagi saya, kekuatan di pasar domestik adalah fondasi penting. Ketika kita sudah memahami pasar lokal dan memiliki sistem yang kuat, maka kita akan lebih siap untuk bersaing di tingkat global,” ujar Jhonny.

Read Entire Article
Food |