BRT Cekungan Bandung Mulai Dibangun, Diharapkan Urai Kemacetan Bandung Raya

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Proyek Bus Rapid Transit (BRT) Metropolitan Cekungan Bandung diharapkan dapat menjadi salah satu solusi untuk mengurangi kemacetan yang selama ini membebani mobilitas warga Bandung Raya. Selain mempercepat perjalanan, kehadiran BRT juga diproyeksikan meningkatkan akses transportasi publik dan mendorong aktivitas ekonomi di kawasan perkotaan.

PT Brantas Abipraya (Persero) sebagai kontraktor pelaksana mulai menyosialisasikan pembangunan proyek tersebut kepada masyarakat. Sosialisasi dilakukan di Kecamatan Cibeunying Kidul untuk memberikan informasi terkait tahapan pekerjaan, pengaturan lalu lintas selama masa konstruksi, serta manfaat yang akan dirasakan setelah BRT beroperasi.

Sekretaris Perusahaan Brantas Abipraya Dian Sovana mengatakan, pembangunan BRT Metropolitan Cekungan Bandung merupakan upaya meningkatkan kualitas layanan transportasi publik sekaligus mendorong mobilitas yang lebih efisien.

"Sebagai bagian dari tahapan pelaksanaan proyek, Brantas Abipraya bersama para pemangku kepentingan menggelar kegiatan sosialisasi kepada masyarakat di Kecamatan Cibeunying Kidul," ujar Dian dalam keterangannya, Rabu (17/6/2026).

Menurut Dian, sistem transportasi massal yang terintegrasi diperlukan untuk menjawab tantangan kemacetan dan tingginya penggunaan kendaraan pribadi di kawasan Bandung Raya.

“Brantas Abipraya mendukung penuh pengembangan transportasi massal yang terintegrasi dan berkelanjutan," kata Dian.

Proyek BRT Metropolitan Cekungan Bandung mencakup pembangunan jalur khusus atau on corridor, halte, perkerasan jalan, serta revitalisasi trotoar. Fasilitas tersebut diharapkan dapat meningkatkan kenyamanan dan keselamatan pengguna transportasi umum maupun pejalan kaki.

Selama proses konstruksi berlangsung, Brantas Abipraya menerapkan manajemen lalu lintas secara bertahap guna mengurangi gangguan terhadap aktivitas masyarakat. Perusahaan juga menerapkan standar keselamatan kerja melalui pemasangan rambu-rambu, pengaturan zona kerja, serta penyediaan jalur pedestrian sementara.

Dian mengatakan, masukan masyarakat menjadi faktor penting dalam pelaksanaan proyek infrastruktur perkotaan. Karena itu, perusahaan membuka kanal pengaduan untuk menerima saran maupun laporan dari warga selama proses pembangunan berlangsung.

"Melalui komunikasi yang terbuka dan kolaboratif, kami berharap pembangunan ini dapat berjalan lancar dan memberikan manfaat optimal bagi masyarakat Bandung Raya," ujar Dian.

Perwakilan masyarakat Kelurahan Cicadas, Suherman, berharap kehadiran BRT tidak hanya membantu mengurangi kemacetan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah sekitar koridor yang dilalui transportasi massal tersebut.

Read Entire Article
Food |