Mengenal Masjid Al Ibrahimi Hebron yang Dicaplok Israel

3 hours ago 3

REPUBLIKA.CO.ID, HEBRON -- Masjid Al Ibrahimi di Hebron merupakan salah satu bangunan suci tertua di dunia yang hingga kini masih digunakan secara berkelanjutan. Dipercaya di dalamnya terdapat makam Nabi Ibrahim Alaihissalam, istrinya Sarah, putra mereka Ishak, cucunya Yakub, serta istri-istri mereka, Ribka dan Lea. Kesucian situs ini turut berkontribusi terhadap pelestarian budaya Hebron.

Hal ini membuat Kota Hebron dikenal di seluruh dunia. Namanya bahkan sampai ke berbagai wilayah lain, termasuk di Inggris Raya dan Amerika Serikat (AS), dikutip dari laman Hebron Rehabilitation Committee (hebronrc.ps), Rabu (17/6/2026).

Namun, belum dapat dipastikan kapan tepatnya situs tersebut mulai dianggap suci oleh masyarakat. Buku-buku sejarah tidak banyak membahas riwayatnya sebelum era Romawi. Tidak diketahui kapan situs pemakaman di Masjid Al Ibrahimi ditetapkan dan kapan kesuciannya mulai dikenal luas.

Status sucinya diperkirakan telah ada sejak beberapa abad sebelum Masehi (SM). Namun, terdapat rentang sejarah yang sangat panjang antara masa hidup Nabi Ibrahim di bumi pada abad ke-17 SM dan era Romawi, yakni lebih dari seribu tahun. Tidak ada catatan pasti mengenai apa yang terjadi selama periode tersebut, terutama karena reruntuhan yang ada tidak memberikan petunjuk mengenai peristiwa yang pernah berlangsung di lokasi itu.

Struktur yang ada saat ini terdiri atas sebuah bangunan besar yang mengelilingi gua dengan ruang ganda. Bahkan, asal usul bangunan tersebut masih menyisakan sejumlah keraguan. Sejarawan Romawi Josephus (sekitar 37–100 M) mencatat berbagai struktur yang dibangun Raja Herodes (37–4 SM). Namun, situs ini tidak tercantum dalam daftar maupun catatan yang menghubungkan bangunan tersebut dengan Herodes.

Meski demikian, arsitektur bangunan itu tidak diragukan lagi bergaya Herodes. Struktur ini menampilkan penggunaan blok-blok batu besar yang panjangnya dapat mencapai lebih dari beberapa meter (7,5 meter untuk yang terpanjang), dengan tinggi lebih dari satu meter (1,4 meter untuk yang tertinggi). Sejumlah arkeolog, seperti Conder, Betzinger, Robinson, Warren, dan Heidet, bahkan berpendapat bahwa bangunan tersebut dibangun jauh sebelum masa pemerintahan Herodes.

Perlu dicatat, terlepas dari skala dan usia bangunan yang luar biasa, yang telah melampaui 2.000 tahun, serta banyaknya gempa bumi dahsyat yang pernah melanda wilayah tersebut, bangunan ini tidak kehilangan stabilitasnya dan tidak pernah mengalami kerusakan yang memerlukan restorasi.

Read Entire Article
Food |