Petugas layanan PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) sedang menjelaskan produk PINTAR Reksadana (Program Investasi Terencana dan Berkala) di Jakarta, Senin (27/4/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bank Syariah Indonesia atau BSI tetap menjaga optimisme di tengah tekanan ekonomi global dan pelemahan rupiah. Perseroan menilai bisnis emas dan layanan haji masih menjadi penopang utama pertumbuhan pembiayaan syariah tahun ini.
Wakil Direktur Utama BSI Bob T Ananta mengatakan kinerja perseroan hingga Februari 2026 masih tumbuh solid. Seluruh rasio keuangan disebut tetap positif dan berada di atas rata-rata industri perbankan.
“Capaian ini ditopang fungsi intermediasi yang baik, peningkatan dana murah, serta ekspansi pembiayaan yang tetap menjaga kualitas pembiayaan sehat,” ujar Bob kepada Republika, Selasa (12/5/2026).
Menurut dia, BSI saat ini masih fokus memperkuat bisnis yang dinilai tahan menghadapi gejolak ekonomi, terutama ekosistem haji dan emas. Perseroan melanjutkan ekspansi bullion bank, cicil emas, hingga gadai emas yang dinilai masih diminati masyarakat.
Bob mengatakan layanan haji juga menjadi kekuatan utama BSI karena sebagian besar jamaah haji Indonesia menggunakan layanan perseroan. Tahun ini sekitar 83 persen jamaah haji tercatat berasal dari BSI.
“BSI tidak hanya hadir sebagai mitra finansial, tetapi juga sahabat finansial, sosial, dan spiritual masyarakat, termasuk membantu persiapan haji sejak dini,” kata Bob.
Selain bisnis emas dan haji, BSI juga tetap menyalurkan pembiayaan untuk sektor yang dekat dengan masyarakat seperti UMKM, KUR syariah, dan KPR FLPP. Langkah itu dilakukan sambil tetap menjaga prinsip kehati-hatian dan kualitas pembiayaan.

6 hours ago
9











































:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5447649/original/009619000_1765960341-pexels-qjpioneer-5652188.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5210295/original/020455400_1746503932-cef51a0b-171c-465c-b961-0b620c5bafe2.jpg)


